Home / Headline / Mangkir Dari Karantina, Seorang Pejabat Beralasan Fasilitas Karantina Tidak Layak

Mangkir Dari Karantina, Seorang Pejabat Beralasan Fasilitas Karantina Tidak Layak

Wakil Ketua Gustu Covid-19 Kabupaten Fakfak, Letkol. Inf. Yatiman, didampingi Sekda Fakfak dan Direktur RSUD Fakfak saat konferensi pers

Reporter : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Seorang pejabat yang memimpin korp baju coklat tua, sebut saja F, kedapatan mangkir dari “Wakar” alias wajib karantina, yang seharusnya dijalaninya bersama dengan istri dan penumpang wings air lainnya, yang mendarat di Bandara Torea Fakfak, Papua Barat, pada Sabtu. 11 Juli 2020 lalu.

Saat itu, 70 penumpang wings air yang baru turun, diwajibkan menjalani prosedur pencegahan covid-19, berupa rapid test. Hasilnya, 1 penumpang yang merupakan seorang mahasiswi, ternyata reaktif. Alhasil, seluruh penumpang seharusnya menjalani karantina di BLK di kawasan Bandara Torea, Fakfak.

Tetapi, ketika seluruh penumpang masuk lokasi karantina di BLK atau Balai Latihan Kerja yang menurut sebagian orang berhantu itu, F dan istrinya ternyata tidak turut masuk.

Dikutip dari salah satu media online, kabardaerah.com, seorang penumpang menuturkan bahwa, F yang biasa menumpang mobil dinas DS 3 ini, sudah tidak nampak di bandara, setelah menjalani rapid test.

Mendapati seorang pejabat panutan rakyat tidak ada, tentu penumpang yang lain menolak dikarantina. Akhirnya, F muncul dan ikut ke BLK. Sayangnya, F  tidak masuk BLK dan hanya dalam mobil dinasnya saja. Malah, belakangan F kembali menghilang .

Terkait hal ini, ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Fakfak, Senin, 13 Juli 2020, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fakfak, Matheis Rahanra, S.H. mengatakan, “Beliau beralasan bahwa fasilitas karantina tidak layak, sehingga  beliau memilih karantina mandiri di rumah bersama istri,”

Sementara itu, konfirmasi media ini kepada F melalui whatsapp, hingga saat ini belum mendapat respon. Sehingga perihal dirinya yang mangkir dari karantina serta informasi yang menyebutkan bahwa F menjemput istrinya ke daerah Kepulauan Riau, belum mendapatkan titik terang.

Sehubungan dengan peristiwa ini, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Fakfak, dalam rapat darurat di Wintder Tuare pada Senin, 13 Juli 2020 kemarin, juga menyinggung masalah ini.

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Fakfak, Letkol. Inf. Yatiman, A.Md. menyampaikan bahwa, peristiwa yang katanya bikin pusing Komandan Kodim 1803/Fakfak ini, menjadi perhatian dan pelajaran bagi gugus tugas.

“Dari peristiwa itu, gugus tugas mengambil pelajaran bahwa, penanganan antara masyarakat dan pejabat, seperti pejabat pusat atau provinsi yang bertugas, misal hanya tiga hari di Fakfak, tentu berbeda. Bila pejabat tersebut non reaktif, meski dalam perjalanannya bersama dengan penumpang lain yang reaktif, maka terhadap pejabat tersebut tidak diberlakukan karantina,” jelas Yatiman.

Bupati Fakfak, Dr. Mohammad Uswanas yang memimpin rapat ini menegaskan kembali bahwa, bila tidak sangat penting atau menjalankan tugas, sebaiknya tidak perlu keluar masuk Fakfak, karena fasilitas karantina dan fasilitas kesehatan di Fakfak sangat terbatas, sehingga bila banyak yang harus masuk karantina, tentu akan menyulitkan.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Fakfak berjanji untuk meningkatkan mutu fasilitas dan pelayanan di lokasi karantina, baik di Gedung Diklat maupun di BLK Fakfak. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Silaturahim Dengan GPK, Wakil Ketua MRP PB Harapkan Kehidupan Yang Harmonis

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_  Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Cyrillus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *