Home / Info Papua / Eksekusi 5 Terpidana Kasus Illegal Loging, Kasasi MA Tumpul di Kejari Manokwari

Eksekusi 5 Terpidana Kasus Illegal Loging, Kasasi MA Tumpul di Kejari Manokwari

infofakfak-hukum

Manokwari, MediaPapua.com – Jaksa Penuntut pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, belum juga mengeksekusi 5 orang terpidana kasus illegal loging. Padahal, kasus itu dikabarkan telah mendapat putusan hukum tetap oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia sejak tahun 2011 lalu.

Kepala Kejari Manokwari, Timbul Tamba, SH, menjelaskan, pihaknya belum bisa mengeksekusi para terpidana kasus tersebut. Sebab, semenjak mengemban tugas sebagai pimpinan, ia belum menerima salinan putusan Kasasi MA.

“Setahun sudah saya menjabat Kepala Kejari Manokwari, tapi belum menerima salinan putusan sebagaimana dimaksud. Eksekusi itu pasti kalau salinannya sudah ada atau sudah kami terima,” kata Timbul.

Akibat dari belum diterimanya salinan Kasasi MA terkait kasus tersebut, membuat 5 terpidana, masing-masing Korneles Manokwari, Solaeman Enuap, Kuraisin Katjong, Evendi dan Rianto pun bebas berkeliaran.

Hingga saat ini, hasil Kasasi MA masih menjadi tarik ulur dan tumpul di kejaksaan. Bagaimana tidak, beberapa kali terjadi pergantian pimpinan di Kejari Manokwari, namun tidak membuat kejaksaan tegas terhadap putusan Kasasi MA atas kasus tersebut.

Sebagai catatan, pada 2011 lalu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) yang saat itu dijabat oleh Mudeng Sumaila, menjelaskan, bahwa para terpidana kasus tersebut akan segera dieksekusi untuk menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sebab, pihaknya telah menerima salinan putusan Kasasi MA.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kepala Kejari Manokwari yang kala itu masih dijabat Paryono. Sementara, Herman Harmajdi Harsono, Kepala Kejari Manokwari setelah Paryono, juga mengupayakan kehadiran para terpidana tersebut dikantornya. Sayang, hingga ia diganti Timbul Tamba (pimpinan saat ini), belum juga ada tanda-tanda akan dilaksanakannya Kasasi MA.

Untuk diketahui, terpidana Korneles Manokwari, divonis jalani hukuman pidana penjara selama 2,3 tahun. Seluruh barang bukti kasus-nya berupa kayu telah dilelang, senilai Rp.273 juta dari yang seharusnya dana hasil lelang dirampas untuk negara. Selain itu, ada pula alat berat sebanyak 33 unit turut dilelang, dari yang seharusnya dikembalikan kepada pemilik.

Sementara, Solaeman Enuap, divonis jalani hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp.100 juta. Barang bukti berupa kayu telah dilelang senilai Rp.137 juta. Kuraisin Katjong dan Evendi, divonis jalani hukuman penjara, masing-masing 5 tahun dan denda Rp.500 juta. Barang bukti berupa 1 unit alat berat, 1 unit tage boot, 1 unit tongkang, 1 unit krane serta hasil lelang kayu senilai Rp.4,1 miliar.

Vonis paling ringan diberikan kepada Rianto, dengan hukuman pidana penjara 7 bulan dan denda Rp.25 juta subsidair 3 bulan kurungan. Barang bukti berupa hasil lelang kayu senilai Rp.2 miliar.(mp-18)

Sumber : mediapapua.com

About infocom

Check Also

Terkait Aset Daerah Bermasalah, Kajari Tunggu Kuasa Dari Pemda

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, PARIWARI_ Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Anton Arifullah, S.H., M.H. menyampaikan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *