
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Pandangan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan perlahan berubah di SD Negeri Mitimber, Distrik Mbahamdandara, Kabupaten Fakfak. Melalui penerapan Metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), proses belajar mengajar di kelas kini berlangsung lebih hidup, interaktif, dan penuh semangat. Para siswa bahkan dengan percaya diri mengatakan bahwa matematika ternyata mudah dan menyenangkan.
Kepala SD Negeri Mitimber, Mohamad Hasbi Lie, mempercayakan pelaksanaan dan pengembangan metode tersebut kepada guru kelas, Irma Murniati, S.Pd. Metode GASING diperoleh Irma melalui pelatihan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak pada tahun sebelumnya.
Pelatihan tersebut berlangsung selama kurang lebih 17 hari dan dipusatkan di SD Inpres Kayu Merah, dengan menghadirkan pelatih khusus Metode GASING. Dari pelatihan itu, guru-guru dibekali teknik pembelajaran matematika yang menekankan pada pemahaman konsep dasar secara cepat, logis, dan menyenangkan.
“Selama ini matematika sering dianggap sulit oleh anak-anak. Namun setelah kami menerapkan Metode GASING, pola pikir mereka berubah. Mereka sendiri yang mengatakan, ‘Ibu, ternyata matematika itu mudah, gampang, dan asyik,’” ujar Irma.
Metode GASING menitikberatkan pada penguasaan konsep dasar secara bertahap. Materi dimulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian sebagai fondasi utama dalam pembelajaran matematika. Pendekatan ini dirancang agar siswa memahami pola dan logika berhitung tanpa tekanan.
Menurut Irma, penguatan konsep dasar sangat penting agar siswa tidak merasa tertinggal ketika memasuki materi yang lebih kompleks di jenjang pendidikan berikutnya. Dengan metode yang lebih sederhana dan sistematis, siswa menjadi lebih cepat memahami materi serta lebih percaya diri saat mengerjakan soal.
Perubahan signifikan terlihat dari meningkatnya antusiasme siswa di kelas. Jika sebelumnya sebagian siswa tampak ragu saat pelajaran matematika dimulai, kini mereka justru aktif bertanya, menjawab soal, dan merasa tertantang menyelesaikan latihan.
“Anak-anak tidak lagi takut. Mereka lebih bersemangat dan suasana kelas menjadi lebih hidup,” tambah Irma.
Melihat dampak positif tersebut, Metode GASING tidak hanya diterapkan pada satu kelas, tetapi mulai diimbaskan ke kelas lain dan dibagikan kepada rekan-rekan guru di sekolah. Pihak sekolah berharap inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Irma menilai inovasi pembelajaran seperti GASING sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas. Penguasaan matematika sejak dini dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi yang unggul, adaptif, dan kompetitif.
Penerapan Metode GASING di SD Negeri Mitimber menjadi bukti bahwa inovasi dalam pembelajaran mampu menghadirkan perubahan nyata. Dengan pendekatan yang tepat, matematika tidak lagi menjadi momok, melainkan pelajaran yang menyenangkan dan membangun rasa percaya diri siswa.
Dari ruang-ruang kelas di Distrik Mbahamdandara, semangat baru dalam pembelajaran matematika tumbuh membawa optimisme bagi masa depan pendidikan yang lebih baik.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak