
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com, –Rapat Kerja Pendidikan (Rakerdik) Kabupaten Fakfak Tahun 2025 menjadi momentum strategis bagi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan di daerah
Rakerdik yang mengusung tema “Pendidikan Gratis, SDM Unggul dan Cerdas Menuju Fakfak Membara” ini untuk pertama kalinya diselenggarakan langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Fakfak, M. Tahir Patiran, S.sos.,MM, menyampaikan penghargaan kepada Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang telah memberikan ruang dan dukungan bagi jajaran pendidikan untuk duduk bersama membahas berbagai persoalan mendasar yang selama ini menangani di sektor pendidikan.
“Rakerdik ini menjadi pertemuan awal yang sangat penting bagi kami. Pendidikan adalah isu yang tidak pernah habis dibicarakan. Melalui forum ini kami berharap mendapat masukan dan kritik yang bersifat membangun,” ujarnya.
Ia mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan serius di lapangan, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik, minimnya fasilitas pendidikan, hingga persoalan rumah tinggal guru di distrik dan kampung-kampung terpencil.
“Salah satu contoh di Distrik Karas, Kampung Kiaba, terdapat tujuh guru yang harus tinggal bersama dalam satu rumah. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Jika guru tidak tinggal dengan nyaman, maka akan berdampak langsung pada proses pembelajaran dan distribusi ilmu kepada generasi muda,” jelasnya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur pendidikan, termasuk penyediaan rumah layak bagi guru, menjadi prioritas yang terus diperjuangkan agar para pendidik dapat menjalankan tugas secara optimal dan berkelanjutan.
Rakerdik 2025 diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas, pemerhati pendidikan, serta para pemangku kepentingan terkait. Meski belum melibatkan seluruh guru di Kabupaten Fakfak, forum ini dinilai cukup representatif untuk mengungkap permasalahan utama di sektor pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan proses ‘belanja masalah’. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kendala di lapangan, baik dari guru yang bertugas di wilayah kota maupun di kampung-kampung,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh hasil diskusi panel yang berlangsung hingga hari kedua pelaksanaan Rakerdik akan dirangkum dalam bentuk rekomendasi resmi yang menjadi rujukan kebijakan pendidikan Kabupaten Fakfak ke depan.
“Hari kedua menjadi bagian terpenting karena dari sanalah rekomendasi disusun. Kami siap menerima semua kritik dan masukan dari berbagai kalangan demi perbaikan layanan pendidikan di Kabupaten Fakfak,” tutupnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak