
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com, —Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Fakfak masa bakti 2025–2030 menjadi titik penting penguatan organisasi di Papua Barat. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis, 4 Desember 2025 itu, Ketua DPD BMP Papua Barat, Saul Samuel Mandowen, menegaskan bahwa BMP harus hadir dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam wawancara usai pelantikan, Mandowen menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari program besar DPD dalam melakukan konsolidasi dan penataan struktur organisasi di seluruh kabupaten/kota.
“Hari ini merupakan bagian dari program organisasi BMP Papua Barat. Kami berupaya melakukan reorganisasi dan pelantikan DPC agar seluruh program dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan BMP Fakfak yang baru dilantik dapat segera bergerak dan mengawal berbagai program kerakyatan, termasuk program sosial yang telah dirintis BMP di tingkat provinsi.
“Kami berharap setelah pelantikan ini, BMP Fakfak dapat mengawal program Bapak Presiden Prabowo Subianto sehingga manfaatnya tepat sasaran dan dirasakan masyarakat,” jelas Mandowen.
Mandowen memaparkan bahwa BMP Papua Barat kini telah terbentuk di enam provinsi, dengan rata-rata tiga hingga empat DPC aktif di setiap provinsi. DPD bertujuan pembentukan dan pelantikan DPC tambahan dapat rampung sebelum akhir Desember, dan akan kembali dilanjutkan pada bulan Januari.
Kabupaten Manokwari Selatan
Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf)
Kabupaten Teluk Bintuni
Menurut Mandowen, BMP bukan sekedar organisasi, melainkan gerakan moral dan sosial yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas. BMP Papua Barat telah menjalankan berbagai program unggulan, di antaranya:
Pengobatan gratis
Pembagian sembako
Bantuan dan pembangunan PAUD
Sekolah Kolam Merah Putih bagi anak putus sekolah
Kegiatan seni musik akustik Papua untuk menjaga kearifan lokal
Selain itu, BMP aktif memperkuat semangat persahabatan melalui kegiatan silaturahmi bersama ratusan mahasiswa yang dirangkai dengan Pembagian Sembako.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah Rumah Belajar Pancasila, yang berlokasi di kediaman pribadi Mandowen. Tempat ini menjadi ruang pendidikan alternatif bagi anak-anak dan remaja yang pernah terlibat pergaulan bebas, seperti referensi lem aibon, narkoba, dan minuman keras.
“Sebelum belajar, kami kuatkan dulu mental dan spiritual mereka. Setelah itu baru mengikuti proses belajar,” ungkapnya.
Rumah Belajar Pancasila kini telah meuluskan sekitar 30–60 peserta yang berhasil memperoleh ijazah setara paket pendidikan setelah menempuh masa belajar enam bulan.
Terkait penegasan pemerintah daerah mengenai pemerintahan miras, Mandowen menyampaikan dukungan penuh dan menilai bahwa dampaknya sangat signifikan terhadap generasi muda Papua.
“Saya mengecam peredaran miras karena dampaknya sangat negatif bagi generasi Papua. Ketika mereka minum, jadi pulang malas belajar, malas sekolah. Dampaknya nyata di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sikap BMP sejalan dengan arahan tokoh agama dan pemerintah, serta berharap kebijakan perbankan dapat diperkuat hingga tingkat kabupaten.
Menutup pernyataannya, Mandowen berharap DPC BMP Fakfak segera menjalankan berbagai program sosial, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini terbukti memberi dampak positif di tingkat provinsi.
Pelantikan DPC BMP Fakfak masa bakti 2025–2030 menjadi langkah awal membangun organisasi yang kuat, peduli, dan bekerja nyata untuk kepentingan masyarakat.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak