
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com, — Program makan bergizi gratis yang dikelola oleh Yayasan Kencana Papua Nusantara di Fakfak mendapat apresiasi tinggi dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat. Selain menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan, yayasan ini juga menjadi contoh nyata pemberdayaan tenaga kerja dan petani lokal Papua.
Pembina Yayasan Kencana Papua Nusantara, Petrus Tukiman, menjelaskan bahwa seluruh proses pengelolaan dapur hingga penyediaan bahan pangan dilakukan secara profesional dan melibatkan masyarakat Papua secara langsung.
“Kami bangga mengatakan bahwa 100 persen tenaga kerja di dapur ini adalah anak-anak Papua. Mulai dari kepala dapur sampai pekerja lapangan. Mereka semua terlibat aktif dalam proses penyediaan makanan bergizi,” ujar Petrus Tukiman dalam wawancara bersama InfoFakfak.com. Sabtu, 18 Oktober 2025
Menurutnya, sejak beroperasi pada 13 Januari 2025, dapur gizi ini terus berkembang. Sistem kerja yang diterapkan memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan. Dapur dibagi dalam beberapa zona: dapur kering, dapur basah, gudang kering, gudang basah, dan ruang pembersihan alat makan, sehingga alur kerja menjadi tertib dan higienis.
Selain itu, Petrus menegaskan bahwa yayasan tidak bergantung pada distributor besar. Seluruh sayur-mayur dan bahan pangan dibeli langsung dari mama-mama Papua dan petani lokal.
“Kami beli langsung dari mama-mama di pasar, bukan dari pengumpul. Jadi petani dapat untung, pedagang pasar juga hidup. Perekonomian lokal harus berputar dengan baik,” jelasnya.
Sayur lokal seperti daun singkong, kangkung, labu siam, terong, dan kacang panjang menjadi menu utama yang diprioritaskan. Hanya jika pasokan lokal tidak mencukupi, barulah mereka mengambil dari luar.
Setiap hari, satu dapur dapat mengolah hingga 200 kilogram ikan dan jumlah yang sama untuk sayuran segar. Jumlah ini diproyeksikan meningkat seiring dengan meluasnya dapur dan jumlah penerima manfaat.
Saat ini, Yayasan Kencana Papua Nusantara mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja, 47 orang tenaga inti, dan 3 orang pendamping tambahan. Jumlah ini belum termasuk tim administrasi.
Tak hanya fokus pada produksi, yayasan juga tengah mendorong program pemanfaatan lahan pekarangan dan kerja sama langsung dengan petani.
“Kami ingin masyarakat ikut menanam. Kalau mereka punya lahan, kami bantu alat dan pendampingan. Hasil panen akan kami serap langsung. Jadi mereka punya kepastian pasar,” ungkap Petrus.
Sebagai langkah pengembangan, yayasan berencana membangun satu dapur tambahan di wilayah Kayu Merah, lengkap dengan kebun sayur di sekitarnya. Harapannya, langkah ini menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain di Papua Barat.
Program makan bergizi gratis ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian lokal, dan membangun kemandirian masyarakat Papua.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak