Home / Fakfak News / Kesehatan / Ini Loh, Beberapa Alasan Untuk Tidak Konsumsi Daging Anjing

Ini Loh, Beberapa Alasan Untuk Tidak Konsumsi Daging Anjing

Salah satu warung yang menjual daging olahan anjing. (Foto ist)

Reporter : Jojie G M
INFOFAKFAK.COM_ Di beberapa daerah  misalnya di Manado, sajian daging anjing dikenal dengan istilah RW yang merupakan singkatan dari rintek wuuk (bahasa Manado: “bulu halus”) sama halnya dengan di Wilayah Papua dan Maluku. Sementara di Solo dan Yogyakarta, sate daging anjing disebut “sate jamu”.

Sajian kuliner yang digemari sebagian non muslim ini, banyak ditentang terutama oleh aktivis pencinta binatang.

Anjing pada hakekatnya adalah hewan peliharaan bukan hewan ternak yang dapat dijadikan pangan. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan bahwa, daging anjing bukanlah termasuk produk pangan.

Lalu Benarkah makan daging anjing yang telah dimasak bebas dari rabies?

“Kalau makan daging anjing olahan yang sudah dimasak tidak ada risiko terinfeksi rabies. Ini karena patogen (bakteri) pada anjing pasti mati saat dimasak,” kata Wahid Fakhri Husein dari NTA Zoonosis and EIDS Control FAO, dikutip dari Liputan 6, Sabtu 08 Juli 2023 pada acara Workshop Protecting Lives and Livelihoods”.

Fakhri menjelaskan, bahwa seseorang yang mengolah daging anjing, lebih beresiko tertular  rabies lewat kontak langsung dengan anjing.

“Yang berisiko tertular rabies itu orang yang mengolah daging anjing. Ini karena saat mengolahnya, seseorang bisa terkena air liur anjing dari mulutnya,” jelas Fakhri.

Kendati telah dijelaskan, faktanya kebiasaan atau tradisi mengkonsumsi daging anjing masih tetap dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Dr. Ronald Helweldery, M.Si, seorang pendeta dan juga dosen di STT GPI Papua, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, berpendapat, bahwa dalam ajaran kekristenan, dasar teologis untuk melarang mengkonsumsi  daging anjing, tidak disebutkan secara langsung dalam Alkitab, namun soal etis (etika) dan masalah kesehatan patut menjadi pertimbangan untuk mengkonsumsi daging anjing.

“Anjing adalah hewan peliharaan yang sangat dekat dengan manusia, anjing bukanlah hewan ternak yang yang bisa dikonsumsi oleh manusia. Jadi sangat tidak tepat sekali jika anjing dijual, dibunuh dan diolah, selain itu, anjing adalah hewan yang rentan berbagai penyakit,” jelas dosen yang biasa disapa Bapa Rony.

“Selain soal etis (etika) dan kesehatan, ada juga soal budaya, Jika soal budaya maka pemahaman soal tidak mengkonsumsi daging anjing harus melalui pendekatan nilai budaya, sehingga terjadi perubahan pemahaman nilai budaya pada kelompok masyrakat tersebut,” lanjutnya.

“Saya sendiri sudah sejak lama menolak penangkaran anjing, penjualan anjing, serta konsumsi daging anjing,” tambahnya.

Baginya, gereja harus dukung, kampanye  “Stop Konsumsi Daging Anjing” kepada umat.

“Butuh kampanye penyadaran dan sosialisasi yang memberi penjelasan kepada umat dan para pelayan atau bisa mulai dari kaum muda dan dewasa,” pungkasnya.

Berikut infofakfak.com merangkum dari berbagai sumber, sejumlah bahaya konsumsi daging anjing yang perlu diketahui :
1. Kolera
Ternyata bakteri penyebab kolera terdapat di daging anjing. Kamu bisa terpapar bakteri ini bila mengonsumsi daging anjing yang belum matang. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), makan daging anjing berhubungan dengan peningkatan risiko terkena kolera sebanyak 20 kali lipat.
2. Trichinosis
Trichinosis adalah infeksi parasit yang mudah ditularkan dari anjing ke manusia melalui konsumsi daging yang terinfeksi. Infeksi ini bisa memicu peradangan pada pembuluh darah, dan dapat berakibat fatal pada sebagian kasus.
3. Rabies
Salah satu bahaya makan daging anjing adalah adanya risiko penyebaran rabies. Saat penyembelihan, misalnya, penjagal dapat dengan mudah terinfeksi rabies dan menyebarkan penyakit ke anjing lain dan manusia. Pada tahun 2008, 20 persen anjing di rumah jagal di Hoai Duc, Vietnam, ditemukan mengidap rabies.
4. Keracunan
Untuk menangkap anjing, salah satu cara yang digunakan penjual adalah dengan memberikan umpan berupa racun. Racun tersebut bisa berada di dalam tubuh anjing dalam waktu lama, dan berpotensi membunuh orang yang memakan daging anjing tersebut.
5. Penyakit Lainnya
Infeksi lainnya juga bisa terjadi seperti E. Coli dan salmonella. Tak hanya itu, hepatitis dan leptospirosis juga dapat menyerang.

Demikian sejumlah bahaya makan daging anjing yang harus diwaspadai.***

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Pihir Kassor, Raih Ahli Madya Akupunktur Poltekes Surakarta

  Reporter: Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Pihir Kassor, yang selama ini dikenal sebagai aktivis sosial dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *