Home / Info Kampung / Maryani Iha Dan Buku “Tidak Sendiri”, Sebuah Karya Anak Negeri

Maryani Iha Dan Buku “Tidak Sendiri”, Sebuah Karya Anak Negeri

Maryani Iha, pengarang buku motivasi “Tidak Sendiri”

 

Reporter : Jojie Muskita Matitaputty

INFOFAKFAK.COM_ “Orang boleh pandai setinggi-tingginya, tapi selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah dan masyarakatnya.” Sebuah kutipan dari Pramoedya Ananta Toer yang mengajarkan kita bahwa, menulis adalah bagian dari investasi sejarah dan budaya bagi generasi penerus. Hal ini pun dijawab oleh perempuan muda dari tanah Mbaham Matta, Maryani Iha yang kurang lebih sudah  dua tahun merilis buku yang bertemakan motivasi.

Maryani menutur, ia mulai menulis di tahun 2020. Karena terbiasa membaca buku-buku motivasi dari motivator ternama Indonesia, ia pun berhasrat menulis buku motivasi dengan judul Tidak Sendiri.

“Judul Tidak Sendiri agar orang penasaran,  karena kebanyakan orang mengira kalau judul Tidak SendirI pasti tentang kisah cinta, tapi ini beda, ini tentang impian dan cita-cita serta semangat anak muda,” tuturnya kepada infofakfak.com. Kamis, 9 Maret 2023.

Ia mengatakan, untuk menulis buku Tidak Sendiri, perlu waktu, Karena buku ini menceritakan motivasinya saat menempuh pendidikan dari Papua, Jawa, hingga Sumatra.

“Kalau untuk menulisnya perlu waktu satu bulan dua minggu, tapi untuk observasi perlu waktu sekitar tiga tahun,” kata Maryani.

Perempuan yang hari-harinya disapa Yani ini bercerita, menulis buku  Tidak Sendiri penuh dengan perjuangan, hal ini dikarenakan, Yani diperhadapkan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswi tingkat akhir.

Ketika buku yang ia tulis selesai dan dicetak oleh penerbit Semesta Aksara, Yani dilingkupi rasa penasaran dan kuatir.

“Jujur, ada rasa penasaran, nanti bentuk bukunya bagaimana, seperti apa kalau sudah dicetak,  nanti para pembaca suka atau tidak,” imbuh Yani

Yani menjelaskan, rasa penasaran itu sirnah ketika buku motivasi yang ia tulis, dicetak oleh penerbit sebanyak 200 buku dan mendapat tanggapan postifi dari masyarakat.

“Alhamdulilah sudah terjual di berbagai pulau di Indonesia, dan alhamdulilah sudah banyak yang tahu juga tentang buku saya. Saat  ini sudah terjual 150 buku dari 200 buku dengan harga 85.000 rupiah,” jelasnya.

Yani menambahkan, buku Tidak Sendiri yang dicetak pada tahun 2021, hingga saat ini belum dilakukan launching secara resmi karena hal teknis, sehingga animo masyarakat khususnya kabupaten Fakfak kurang mengetahui tentang buku Tidak Sendiri.

Diakhir wawancara, Yani mengatakan, dirinya tidak berhenti menulis, akan ada karya-karya berikutnya. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Nani Untari : Ada 43 Kasus TBC Terlapor di Awal Tahun 2023 .

  Reporter : Jojie Muskita INFOFAKFAK.COM_ Kasus TBC/TB (tuberculosis)  di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, masih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *