
Reporter : Jojie Matitaputty
Editor : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM_ Kasus malaria di Kabupaten Fakfak, dalam 5 tahun terakhir, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Demikian disampaikan Nani Sri Untari, S.K.M., Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, yang juga pengelola malaria centre Kabupaten Fakfak.
“Kabupaten Fakfak masih menjadi kabupaten endemis malaria di Provinsi Papua Barat. Namun dalam 5 tshun ini telah mengalami penurunan kasus malaria secara signifikan,” jelas Nani pada media ini, Senin, 26 April 2022.
Dalam momen memperingati Hari Malaria Sedunia tahun 2022 yang jatuh setiap 25 April ini, lebih jauh Nani menjelaskan, pada tahun 2017, jumlah kasus malaria sebanyak 1743 kasus dengan Annual Parasite Incidence (API) 23 per 1000 penduduk. Untuk tahun 2020 menjadi 1,78 per 1000 penduduk, tahun 2021 menjadi 1,26 per 1000 penduduk dengan jumlah 106 kasus dengan kasus import sebanyak 55 %. Sehingga, Kabupaten Fakfak di kategorikan endemis sedang, karena memiliki Annual Parasite Incidence (API) lebih dari 1 per 1000 penduduk.
“Sedangkan untuk tahun 2022, dari bulan Januari sampai April, terdapat 27 kasus malaria yang sebagian merupakan kasus import dari Timika, 25 kasus import dan 5 kasus sudah menjadi penularan setempat,” jelasnya.
Menurut Nani, yang menjadi tantangan dalam penanganan kasus malaria di Kabupaten fakfak adalah banyaknya arus transportasi dari daerah tinggi endemis seperti Timika.
“Arus transportasi yang tinggi merupakan tantangan berat bagi Kabupaten Fakfak dalam mengeliminasi malaria dari daerah-daerah tinggi endemis,” ungkap Nani.
Nani juga menjelaskan, mengenai pengendalian malaria di Kabupaten Fakfak melalui Inovasi Bela Kaca (Bebas Malaria Kampung Bercahaya).
“Dengan strategi bertahan dan menyerang dengan metode respon 1, 2, 5, Kabupaten Fakfak tetap berupaya melakukan percepatan eliminasi malaria yang didukung dengan penguatan diagnostik, pengobatan dini, dan perkuat sistem jejaring malaria. Setiap ada kasus lebih dari 5 dalam 2 bulan terakhir atau ada kecenderungan peningkatan kasus, maka dilakukan penyerangan yaitu screening masal, Indoor Residual Spraying (IRS), survei kelambu dan pengendalian vector. Jika tidak ada kasus tetap melakukan surveillance ketat,” ujarnya.
Di hari Malaria Sedunia yang mengangkat tema “Ciptakan Inovasi Capai eliminasi Wujudkan Indonesia Bebas Malaria” ini, Nani berharap, masyarakat Fakfak bersama-sama wujudkan Fakfak bebas malaria dengan berinovasi menyebarluaskan informasi malaria melalui media sosial, dan segera periksa ke Faskes terdekat atau kader kesehatan, apabila selesai melakukan perjalanan dari daerah endemis malaria.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak