
Fakfak_ Bangunan bengkel dan warung makan di pintu masuk proyek pasar ikan yang berlokasi di daerah tebing Thumburuni, dalam waktu dekat ini akan ditertibkan. Demikian disampaikan Kabid Kebersihan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Fakfak, Anton Ubra, disela-sela upaya pembersihan lokasi pohon tumbang, Selasa (19/4) sore.
“Segera ditertibkan, karena dinilai bukan pada peruntukannya. Nanti penertiban akan dilakukan oleh Satpol PP dibantu TNI dan polisi,” ujar Anton.
Area tebing Thumburuni memang cukup berbahaya bagi bangunan permanen. Sebab, pohon-pohon besar laksana menempel di batu cadas dinding tebing tersebut. Dikuatirkan, pohon-pohon tersebut dapat tumbang dan juga berpotensi terjadi longsoran batu, apalagi saat hujan turun deras dan lama.
Saat ini, kondisi tebing Thumburuni belum sepenuhnya aman. Satu pohon besar masih nampak menggantung, berpotensi tumbang pula.
“Itu satu pohon masih dalam posisi membahayakan. Kalau hujan, bisa saja tumbang,” kata Iptu Sugeng, Kasat Sabhara Polres Fakfak, sembari mengawasi pembersihan lokasi pohon tumbang.
Menurut Anton Ubra, pihaknya akan memotong pohon yang menggantung tersebut, namun menunggu area cukup kering. “Lokasinya masih basah, sehingga licin. Dengan posisi pohon seperti tiu, bisa membahayakan orang yang memotongnya. Kalau sudah cukup aman, akan segera dipotong,”
Kejadian Senin (18/4) siang lalu, dimana satu pohon besar tumbang disertai longsornya batu-batu, membuat jalan kota menuju Wagom dan sebaliknya, macet total untuk beberapa waktu. Kejadian itu terjadi disaat hujan mengguyur Kota Pala Fakfak, sejak pagi hingga sore.
Di lokasi tebing Thumburuni, selama ini menjadi lokasi favorit masyarakat untuk melepas penat. Naungan pohon-pohon besar, membuat suasana sejuk. Selain itu, beberapa warung non permanen yang menyajikan minuman segar, membuat pengendara mampir untuk beberapa saat.
“Hujan seharian Senin kemarin, membawa berkah juga. Seandainya pohon tumbang bukan saat hujan, kemungkinan ada korban. Sebab, lokasi itu biasanya ramai orang yang mampir minum. Karena hujan sejak pagi, yang jual tidak buka lapak, sehingga pembeli juga tidak ada,” kata Efendi, loper salah satu koran yang biasa minum es degan di tempat itu. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak