
Fakfak_ Beberapa awak media cetak dan elektronik di Fakfak, sejak kemarin (20/11) hingga hari ini, mengikuti pelatihan HIV AIDS bagi Jurnalis Media Cetak dan Elektronik yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, yang bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Fakfak, serta didukung oleh Australian Aid dan Clinton Foundation.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Dinas Kesehatan, Firtz Wamaer, MEpid. Mengharapkan peranan media untuk menyampaikan permasalahan HIV dan AIDS akan lebih baik.
“Kami harapkan, peranan media untuk menyampaikan informasi seputar HIV AIDS menjadi semakin baik. Sebab, semua topik HIV AIDS akan diberikan dalam pelatihan ini,” ujar Firtz.
Sementara itu, dalam kesempatan tanya jawab, Rustam Rettob, wartawan sebuah harian asal Sorong, meminta keseriusan penyelenggaran dan peserta, dengan mau mengikuti tes HIV AIDS. Usulan ini langsung mendapat tanggapan positif dari penyelenggara dan peserta lainnya. Alhasil, hari ini, peserta dan penyelenggara dijadwalkan mengikuti tes HIV AIDS.
Pada hari pertama kemarin, terungkap bahwa hingga Oktober 2014 ini, telah ditemukan 493 penderita HIV AIDS. Dan jangan heran, berdasar pemetaan, HIV AIDS banyak ditemukan di daerah “tempat sampah”, yang selama ini dikenal sebagai jalur hiburan malam.
Sementara itu, Dinas Kesehatan kini telah membuka 9 tempat untuk melakukan tes HIV AIDS, yakni di RSUD Fakfak, Puskesmas Fakfak, Puskesmas Fakfak Tengah, Puskesmas Kramomongga, Puskesmas Kokas, Puskesmas Bomberay, Puskesmas Degen Teluk Patipi, Puskesmas Fakfak Barat dan Klinik Misi Fatimah di Danaweria. Keberadaan 9 tempat ini, untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengecek HIV AIDS.
Sayangnya, dari 17.000 orang yang ditarget untuk dites HIV AIDS melalui 9 lokasi tersebut, baru terpenuhi sekitar 3.876 orang yang rela mengikuti tes dan 26 diantaranya dinyatakan positif terjangkit HIV AIDS. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak