Home / Headline / Gasifikasi, Merubah Sampah Jadi Listrik

Gasifikasi, Merubah Sampah Jadi Listrik

Peralatan gasifikasi ini merubah sampah menjadi listrik
Peralatan gasifikasi ini merubah sampah menjadi listrik

Fakfak_ Ada yang menarik perhatian Ketua DPC AWI Kabupaten Fakfak, Wahyu Hidayat, saat melintas di Rumah Kompos yang berada di Bratang, Surabaya. Dari pintu gerbang, terlihat kesibukan beberapa pria yang sedang memilah sampah-sampah berupa daun, ranting dan dahan, hasil pemangkasan untuk keindahan taman-taman kota Surabaya.

 

Bukan kesibukan para pria itu yang menarik untuk disorot, namun ada satu bangunan yang berisikan peralatan listrik, dengan bahan bakar dari sampah berupa ranting dan plastik bekas. Wow, bagaimana bisa?

 

“Langsung terbersit di benak saya, teknologi gasifikasi dengan bahan baku utama berupa sampah ranting dan plastik ini, cocok untuk diterapkan di daerah-daerah di Fakfak, yang belum tersentuh listrik PLN,” kata Wahyu.

 

Menurut Wahyu, sampah di Fakfak, merupakan barang yang belum dimaksimalkan kegunaannya. Teknologi tepat guna yang umum dilakukan di banyak daerah adalah, pembuatan kompos dan pembuatan biji plastik. Namun, merubah sampah menjadi listrik, masih jarang diterapkan di daerah. Maklum saja, teknologi ini memang masih baru dan merupakan temuan ITS yang berlokasi di Surabaya.

 

Apakah gasifikasi itu?

Menurut Wahyu, menirukan penjelasan petugas unit gasifikasi di Rumah Kompos Bratang, Surabaya, gasifikasi adalah proses pembakaran sampah utamanya berupa ranting dan plastik, untuk diubah menjadi gas methan. Setelah melalui proses yang cukup sederhana dan cukup mudah dipahami oleh orang awam sekalipun, gas methan yang dihasilkan, dialirkan ke generator. Gas methan akan bercampur dengan solar atau bahan bakar generator listrik.

 

“Jadi fungsi gas methan ini adalah sebagai bahan bakar campuran solar. Dengan campuran gas methan, penggunaan solar jauh lebih irit. Sebagai pembanding, jika menggunakan solar, generator hanya bertahan beberapa jam saja. Tetapi, setelah dicampur gas methan, generator tetap hidup untuk 2 hingga 3 hari, tergantung situasi,” terang Wahyu.

 

Ditambahkan Wahyu, dari mesin gasifikasi kapasitas 80 kg itu, bisa dihasilkan 4.000 watt yang cukup untuk menerangi beberapa rumah tangga. Padahal, kapasitas mesin gasifikasi bisa diperbesar sesuai kebutuhan.

 

“Bisa diartikan, dengan ranting dan plastik seberat lebih kurang 80 kg, bisa menghasilkan listrik hingga 4.000 watt minimal selama 2 hari. Listrik akan jauh lebih hemat, jika generator dinyalakan khusus malam hari. Untuk memaksimalkan peralatan ini, bisa ditambah dengan baterai sebagai penyimpan listrik. Saya pikir, ini layak dicoba. Sebab, teknologi ini tidak terlalu mahal,” pungkas Wahyu. (fan)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *