
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Sehat sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai telah berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya sekolah anak-anak di Distrik Fakfak Tengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Distrik Fakfak Tengah, Soleman Temongmere, saat melakukan pemantauan rutin terhadap salah satu dapur sehat yang beroperasi di wilayah Seberang. Dapur tersebut dinilai telah memenuhi standar kebersihan serta proses pengolahan dan penyajian makanan.
“Dari sisi kebersihan dan proses penyajian, kami melihat ini sudah sangat baik. Program MBG ini sangat membantu anak-anak kita, bahkan manfaatnya juga dirasakan oleh para guru,” ujar Kepala Distrik Fakfak Tengah. Rabu, 4 Februari 2026.
Meski berjalan dengan baik, Kepala Distrik mengakui bahwa jangkauan pelayanan MBG di wilayah Fakfak Tengah masih terbatas. Dari total 13 kampung yang ada, saat ini baru tiga kampung yang terakomodir dalam program pemberian makanan bergizi gratis.
Untuk mengatasi pembatasan tersebut, pemerintah telah merencanakan pembangunan dua titik dapur sehat baru, masing-masing di wilayah Fakfak Tengah dan Air Besar. Salah satu dapur bahkan telah memasuki tahap proses pembangunan.
“Harapan kami, jika dua dapur ini selesai dibangun, maka pelayanan MBG dapat menjangkau wilayah Fakfak Tengah dan Fakfak Timur secara lebih luas, sehingga semakin banyak anak-anak yang menerima manfaat makanan bergizi gratis,” jelasnya.
Selain memperluas jangkauannya, Kepala Distrik juga menekankan pentingnya evaluasi dampak program MBG terhadap kesehatan dan perkembangan gizi anak-anak. Ia mendorong adanya pengambilan sampel kesehatan di program penerima sekolah-sekolah.
“Kita perlu tahu apakah program ini benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan anak, terutama dari sisi asupan gizi dan kebiasaan sarapan. MBG tidak hanya harus berjalan, tetapi juga tepat sasaran dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Distrik mengakhiri program MBG dengan upaya ketahanan pangan desa yang bersumber dari Dana Desa maupun APBN. Menurutnya, kebun-kebun masyarakat yang telah dibangun harus mampu bersinergi dengan kebutuhan dapur sehat.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Ada peluang ekonomi dan lapangan kerja yang besar, mulai dari penyediaan bahan pangan lokal hingga tenaga kerja di dapur sehat,” tegasnya.
Dengan dukungan anggaran tahun 2026, Kepala Distrik Fakfak Tengah optimistis program dapur sehat dan ketahanan pangan desa dapat saling menopang serta memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak