
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM – Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMPRI) Kabupaten Fakfak melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kampung Salakiti dan Kampung Sangkiti, Distrik Furwagi, sebagai bagian dari program kerja organisasi. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Januari 2026, setelah sebelumnya direncanakan pada Desember 2025.
Ketua BMPRI Kabupaten Fakfak, Safi Yarkuran, S.Sos., menjelaskan bahwa bakti sosial tersebut mencakup program fisik dan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Pada awalnya, BMPRI merencanakan program bedah lima unit rumah warga. Namun karena keterbatasan kesiapan materi non-lokal, program tersebut dialihkan menjadi pembangunan lapangan upacara di Kampung Salakiti, berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara BMPRI, pemerintah kampung, dan masyarakat setempat.
“Program awal kami adalah bedah lima rumah, namun karena kesiapan material belum memungkinkan, maka dialihkan ke pembangunan lapangan upacara yang juga sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Safi.
Selain kegiatan fisik, BMPRI juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa pemberian wawasan kebangsaan kepada masyarakat. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Babinsa Kampung Salakiti serta melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut resmi ditutup pada 27 Januari 2026 oleh Bupati Fakfak yang ditahan oleh Kepala Distrik Furwagi. Selama pelaksanaan kegiatan, partisipasi masyarakat terlihat sangat tinggi, melibatkan pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga warga di tingkat RT.
“Kami sangat terharu melihat antusiasme masyarakat. Semua menerima kami dengan baik dan terlibat langsung. Ini menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan dapat berjalan lancar,” ungkap Safi.
Pemilihan Kampung Salakiti dan Sangkiti sebagai lokasi bakti sosial didasari nilai historis wilayah tersebut. Daerah ini dikenal sebagai kampung perjuangan Merah Putih, karena pada tahun 1963 pernah terjadi kontak senjata antara Tentara Indonesia dan Tentara Belanda di kawasan Teluk Salakiti dan sekitarnya. Hingga kini, masih terdapat saksi hidup serta bukti sejarah perjuangan tersebut.
Menurut Safi, masyarakat setempat berharap sejarah perjuangan itu mendapat perhatian lebih, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengabdi melalui TNI dan Polri. Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan penghubung Salakiti–Sakiti guna menunjang aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, BMPRI mengusung tema:
“Dengan Semangat Bakti Sosial Barisan Merah Putih Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Fakfak, TNI, Polri, serta masyarakat, kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Fakfak Membara.”
BMPRI berharap kegiatan bakti sosial ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di kampung-kampung bersejarah tersebut***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak