Breaking News
Home / Fakfak News / Ekonomi / Mama Stefani Yawena: Istri Bendahara Kampung Yaru yang Bangkitkan Ekonomi Lewat Jual Pisang

Mama Stefani Yawena: Istri Bendahara Kampung Yaru yang Bangkitkan Ekonomi Lewat Jual Pisang

 

Mama Stefani Yawena, bangkitkan ekonomi  dengan membuka usaha jualan pisang. (Foto: Ayu)

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.COM – Kisah inspiratif datang dari Mama Stefani Yawena, seorang ibu dengan tujuh anak yang kini tengah hamil tujuh bulan. Meski dalam kondisi terbatas, ia tidak berhenti berusaha. Sebagai istri Bendahara Kampung Yaru, Distrik Aroba, Mama Stefani mengambil langkah nyata membantu masyarakat dengan membuka usaha jual beli pisang.

Bersama suaminya, Yonas Karina, ia memutuskan membeli pisang dari masyarakat kampung dengan tujuan agar hasil panen warga bisa lebih mudah terjual dan harga lebih menguntungkan dibanding jika dijual ke tempat lain.

Untuk menjalankan usaha ini, mereka mengeluarkan modal sekitar Rp5 juta. Biaya operasional pun tidak kecil, dengan ongkos carter truk Rp3 juta dan pick-up Rp2,5 juta. Pisang yang dibeli kemudian dijual kembali dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15 ribu, Rp20 ribu, hingga Rp25 ribu per sisir.

“Ini baru Dua kali kami coba, idenya dari saya dan bapak. Sudah lima hari jualan, pisang memang belum habis, tapi modal Rp5 juta sudah kembali. Untungnya memang belum ada, tapi masih ada sisa jualan pisang,” ungkap Mama Stefani.

Ia menargetkan dalam lima hingga enam hari bisa meraih keuntungan bersih Rp 1 atau 2 juta. Namun, lebih dari sekadar mencari untung, tujuan utama usaha ini adalah membantu warga Kampung Yaru agar hasil kebun mereka tidak sulit dijual.

“Kalau masyarakat jual ke tempat lain, seringkali harganya rendah. Jadi saya inisiatif bantu jualkan walau untungnya tidak seberapa,” tambahnya.

Semangat Mama Stefani semakin luar biasa karena perjuangan ini dilakukan di tengah kondisi kehamilan tujuh bulan. Ia membuktikan bahwa peran seorang ibu tidak hanya sebatas rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di kampung.

Kisah Mama Stefani menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad, kepedulian, dan keberanian, seorang perempuan bisa berkontribusi besar bagi keluarganya sekaligus membantu masyarakat sekitar.***

About Amrin Bro

Check Also

Pangdam Kasuari Kagumi Potensi Wisata Kokas, Dorong Peningkatan SDM Generasi Muda Fakfak

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Potensi wisata Distrik Kokas mendapat perhatian khusus dari Panglima ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *