Breaking News
Home / Fakfak News / Ekonomi / Perwakilan Pokja II Soroti Penguatan Keterampilan dan Nilai Ekonomi Produk Tomang di Fakfak

Perwakilan Pokja II Soroti Penguatan Keterampilan dan Nilai Ekonomi Produk Tomang di Fakfak

Perwakilan Pokja II TP PKK Fakfak, saat menyampaikan pandangan strategis tentang pengembangan ketrampilan dan nilai ekonomi produk Tomang di Fakfak. Sabtu, 26 Juli 2025. (Foto: Ayu)

 

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.COM – Dalam pertemuan yang berlangsung hari ini, perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) II Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Fakfak menyampaikan pandangan strategi terkait pengembangan keterampilan dan peningkatan nilai ekonomi produk lokal, khususnya Tomang, yang banyak diproduksi oleh ibu-ibu di kampung-kampung di wilayah Distrik Fakfak Tengah, seperti di Kampung Kayu Merah.

Wakil Ketua Pokja II yang mewakili Ketua PKK Nurwidayati Samaun Dahlan Kabupaten Fakfak, yang saat ini berada di luar daerah, mengungkapkan bahwa selama ini para ibu rumah tangga di kampung telah mampu memproduksi Tomang secara mandiri. Namun menurutnya, masih terdapat keterbatasan dalam hal kreativitas dan pengemasan produk, sehingga belum memiliki nilai jual yang maksimal di pasaran.

“Kami dari Pokja II fokus pada bidang pendidikan dan pelatihan, terutama dalam peningkatan keterampilan. Produk Tomang sudah banyak dibuat oleh para mama-mama di kampung, namun dari sisi pengemasan dan kreativitas masih sangat sederhana. Ini yang ingin kami dorong agar menjadi lebih baik dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan dari Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak agar setiap potensi lokal yang dimiliki, khususnya oleh kaum perempuan, dapat dikembangkan secara maksimal. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi perempuan di kampung dapat meningkat, tidak hanya sekedar produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran dan pengemasan yang lebih modern dan menarik.

Dalam pertemuan itu juga disinggung soal Peraturan Bupati Fakfak Nomor 34 Tahun 2023 tentang penggunaan Tomang setiap hari Kamis sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Namun, peraturan tersebut dinilai belum berjalan optimal dalam penerapannya di tengah masyarakat.

“Kita sudah punya dasar hukum penggunaan Tomang setiap hari Kamis. Tapi kenyataannya, belum semua masyarakat benar-benar merayakannya. Ini menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti ke depan,” tambahnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak dan menjadi ajang diskusi untuk mendorong kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, serta pengembangan produk lokal Fakfak yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.***

About Amrin Bro

Check Also

Pangdam Kasuari Kagumi Potensi Wisata Kokas, Dorong Peningkatan SDM Generasi Muda Fakfak

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Potensi wisata Distrik Kokas mendapat perhatian khusus dari Panglima ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *