Breaking News
Home / Fakfak News / Kesehatan / ASI Tidak Lancar Dapatkah  Diganti Dengan Susu Formula ? Ini Penjelasannya

ASI Tidak Lancar Dapatkah  Diganti Dengan Susu Formula ? Ini Penjelasannya

ASI eksklusif sangat baik untuk bayi.

 

Pewarta : Jojie G M
INFOFAKFAK.COM_ Pemberian ASI eksklusif pada bayi adalah hal yang sangat penting. ASI (Air Susu Ibu) menjadi makanan terbaik bagi bayi. Kandungan gizi yang ada di dalam ASI dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun kadang, dalam masa menyusui, sering seorang ibu merasa ASInya kurang lancar, tidak jarang sebagian ibu menyusui menganti ASI eksklusif dengan produk pangan pengganti ASI atau yang kita kenal dengan susu formula.

Dokter spesialis anak, RSUD Kabupaten Fakfak, dr. Lasmauli, SpA  mengatakan, apabila seorang Ibu menyusui bayi usia 4 bulan merasa ASInya kurang lancar dan ingin menganti ASI eksklusif dengan susu formula, maka perlu dilakukan konsultasi dan evaluasi. Hal ini diungkapnya dalam video singkat pada akun sosial media (Instagram) dr.Amira Abdat, SpOG.  Rabu 3 Mei 2023.

Menurutnya, seorang ibu dalam masa menyusui bayi usia 4 bulan yang berhenti menyusui karena ASI tidak lancar, harus dilakukan evaluasi dengan melihat tumbuh kembang bayi yaitu berat badan, lingkar kepala dan tinggi badan.

“Jika berat badan bayi kurang dan ada tanda-tanda bisa makan, maka akan diberikan MPASI (makanan pendamping air susu ibu ) sejak dini. Tetapi jika tidak ada tanda-tanda bisa makan dan berat badan kurang, maka akan diberikan susu formula,” papar dr. Lasmauli.

dr. Lasmauli juga menjelaskan, aturan atau ideal pemberian ASI eksklusif wajib diberikan dari usia 0 hingga 6 bulan dan usia 2 tahun. Pada usia 2 tahun kecenderungan ASI akan berkurang, disaat itulah pemberian MPASI dan susu formula dilakukan atas anjuran dokter anak.

“Pemberian MPASI dan susu formula di usia 2 tahun harus konsultasi dengan dokter spesialis anak,” jelasnya.

Infofakfak.com mencoba merangkum data tentang jumlah pemberian ASI di Indonesia, seperti yang dikutip unicef.org dari data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2021, bahwa tercatat 52,5  atau hanya setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia, atau menurun 12 % dari angka di tahun 2019. Angka inisiasi menyusui dini (IMD) juga turun dari 58,2 % pada tahun 2019 menjadi 48,6 % pada tahun 2021.

Pemberian ASI eksklusif sejak dini sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang anak, dan untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit yang rentan dikemudian hari seperti diare dan pneumonia. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima ASI memiliki hasil tes kecerdasan yang lebih tinggi. Selain itu, mereka memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami obesitas atau berat badan berlebih, begitu pula dengan kerentanan mereka mengalami diabetes kelak. Secara global, peningkatan pemberian ASI dapat menyelamatkan lebih dari 820.000 anak setiap tahunnya serta mencegah penambahan kasus kanker payudara pada perempuan hingga 20.000 kasus per tahun.***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Penanganan  HIV-AIDS Akan Libatkan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

Oleh: Nani Sri Untari | Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak INFOFAKFAK.COM_ Pertemuan Sosialisasi Pengurangan Stigma dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *