Home / Headline / DMI dan MUI Serukan Sholat Gerhana

DMI dan MUI Serukan Sholat Gerhana

Ketua DMI Kabupaten Fakfak, Djamaluddin Leto, S.Ag. M.MPd
Ketua DMI Kabupaten Fakfak, Djamaluddin Leto, S.Ag. M.MPd

Fakfak_ Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Fakfak, menyerukan kepada seluruh masjid di Fakfak, untuk melaksanakan sholat gerhana, saat terjadinya Gerhana Matahari Total atau GMT.

GMT kali ini merupakan fenomena alam yang mungkin hanya bisa kita alami seumur hidup kita. Selain itu, GMT kali ini hanya melintas di atas Indonesia, sehingga para peneliti serta turis berdatangan dari seluruh penjuru dunia.

“Kami menghimbau, agar pengurus masjid tanggap masalah gerhana matahari ini dan melaksanakan sholat gerhana saat terjadinya GMT pada 9 Maret nanti. Pelasanaan sholat ialah ketika gerhana itu terjadi,” ujar Ketua DMI Kabupaten Fakfak, Djamaluddin Leto, S.Ag. M.MPd.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Fakfak, Drsh. H. Mustaghfirin, M.Si. mengatakan, “Karena GMT ini tidak melintasi Fakfak secara langsung, maka sholat gerhana matahari dapat dilakukan secara berjamaah di masjid-masjid. Sholat gerhana merupakan sunnah yang dikerjakan oleh Rasululloh.”

Dikutip dari kompas.com, ditulis bahwa, jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra Hindia hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia.

Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi. Namun, tidak semua daerah di provinsi itu dilintasi jalur totalitas gerhana.

“Lama GMT di Indonesia antara 1,5 – 3 menit,” kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin.

Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.

Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Niugini selama 4 menit 9 detik.

Pada Rabu, 9 Maret 2016, gerhana terjadi pagi hari bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB, sedangkan di Indonesia tengah dan timur pukul 07.25 Wita dan 08.35 WIT. Fase GMT rata-rata terjadi satu jam kemudian.

Selama GMT, piringan Matahari tertutup penuh oleh piringan Bulan dan hanya menyisakan cahaya korona atau bagian atas atmosfer matahari. “Hari yang terang akan berubah seperti senja untuk sesaat,” lanjut Thomas.

Di luar daerah yang dilintasi jalur totalitas gerhana akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Daerah yang mengalami GMS akan melihat Matahari berbentuk sabit. “Seluruh wilayah Indonesia, di luar yang mengalami GMT, akan mengalami GMS,” tambahnya. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Mobil Akustik Masjid, Mendata Sound System Dan Status Masjid

Fakfak_ Salah satu dari 10 program unggulan DMI atau Dewan Masjid Indonesia, adalah pemeliharaan akustik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *