
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com —Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk ikut ambil bagian dalam Lomba Desain Batik Khas Fakfak.
Ajakan ini bukan sekadar menggelorakan semangat lomba, tetapi juga menjadi gerakan budaya untuk meneguhkan jati diri Fakfak melalui karya batik hasil tangan dan imajinasi anak negeri sendiri.
Dalam laporannya, Ibu Nurwidayati menyampaikan bahwa hingga Rabu malam, 5 November 2025 sebanyak 29 peserta telah resmi mendaftar.
Namun, pendaftaran masih dibuka hingga Kamis, pukul 08.00–12.00 WIT, dengan target awal 100 peserta.
Meski demikian, panitia siap menambah perlengkapan bila jumlah pendaftar melebihi kuota.
“Kami tidak membatasi jumlah peserta. Kalau lebih dari 100 orang pun, alat-alat akan kami tambah. Harapan saya, semua masyarakat Fakfak bisa ikut ambil bagian,” ujar Ibu Nurwidayati dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan langkah awal kebangkitan ekonomi kreatif daerah.
“Ini bukan sekadar lomba. Ini gerakan cinta produk lokal, agar masyarakat Fakfak bisa mandiri dan bangga dengan karya sendiri,” tambahnya.
Panitia tetap memegang prinsip keadilan dan ketertiban dalam proses pendaftaran.
Beberapa calon peserta dari luar daerah belum bisa diterima karena tidak memiliki KTP Fakfak.
“Kami mohon maaf kepada peserta dari luar yang belum bisa kami terima kali ini. Ke depan, kami berencana membuat kegiatan serupa yang terbuka bagi umum,” jelasnya dengan santun.
Menurut Ketua Dekranasda, selama ini masyarakat Fakfak lebih banyak mengenakan batik dari luar daerah. Padahal, Fakfak menyimpan ragam simbol, warna alam, dan kekayaan budaya yang layak diangkat menjadi motif batik khas daerah.
“Kita sering dengar batik dari daerah lain, tapi belum punya batik khas Fakfak yang dikenal luas. Inilah saatnya kita ciptakan motif sendiri yang menggambarkan alam dan budaya Fakfak,” ujarnya.
Hasil terbaik dari lomba ini nantinya akan ditetapkan sebagai desain batik resmi Kabupaten Fakfak, yang akan digunakan sebagai seragam ASN, guru, serta organisasi daerah.
Lebih dari itu, Dekranasda bersama pemerintah daerah tengah menyiapkan rencana pembentukan “Rumah Batik Fakfak” sebagai pusat pengembangan, pelatihan, dan produksi batik tulis khas Fakfak.
“Batik tulis punya nilai jual tinggi. Kalau desainnya bagus, akan kita kembangkan menjadi produk unggulan yang bisa membuka peluang ekonomi baru,” jelasnya.
Pendaftaran lomba masih dibuka hingga Kamis, 6 November 2025 dan lomba akan digelar pada 7 November 2025, dengan pengumuman pemenang pada 16 November 2025.
Ibu Nurwidayati mengimbau masyarakat agar tidak melewatkan kesempatan emas ini.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal menjadikan batik khas Fakfak sebagai identitas dan kebanggaan kita bersama,” tutupnya dengan penuh harap.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak