
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com, — Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak, Mohammad Tahir Patiran, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri Fakfak dalam proses pemeriksaan terkait dugaan penyimpangan dana beasiswa.
Dalam wawancara bersama Infofakfak.com, Kamis, 6 November 2025, Tahir menjelaskan bahwa kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh Kejaksaan merupakan bagian dari tugas negara yang wajib dihormati dan didukung oleh semua pihak.
“Alhamdulillah tadi sekitar pukul 10.30, pihak Kejaksaan melaksanakan tugas negara. Kami dari Dinas Pendidikan mendukung penuh proses pemeriksaan ini hingga selesai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami secara jelas perbedaan antara program Beasiswa Seribu Mahasiswa yang dikelola langsung oleh Pemda Fakfak dan Beasiswa ADiK (Afirmasi Pendidikan Tinggi) yang menjadi pokok perkara dalam penyelidikan tersebut.
“Perlu kami luruskan, beasiswa yang dimaksud bukan program Beasiswa Seribu Mahasiswa, melainkan Beasiswa ADiK yang sebelumnya ditemukan adanya selisih dana sekitar Rp420 juta. Jadi, ini dua hal yang berbeda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tahir menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, ke Kantor Disdikpora usai penggeledahan tersebut. Ia menilai kehadiran Wabup menjadi penguatan moral bagi seluruh pegawai agar tetap bekerja dengan tenang dan profesional.
“Kehadiran pimpinan hari ini membuat kami tenang. Beliau datang bukan karena ada masalah pribadi, tapi untuk memberi dukungan moril. Kalau ada yang bersalah, tentu harus siap diperiksa. Tapi yang tidak terlibat, silakan tetap bekerja dengan baik,” ungkapnya.
Tahir juga mengakui bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan momentum introspeksi bagi seluruh jajaran Dinas Pendidikan.
“Ini bukan ancaman bagi kami, melainkan cambukan yang paling keras agar kami lebih berhati-hati dan tertib administrasi ke depan. Apa yang bukan hak kita, jangan diambil. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami,” tegasnya.
Menutup wawancara, Tahir berharap kejadian ini dapat menjadi titik balik bagi peningkatan integritas dan transparansi pengelolaan program pendidikan di Kabupaten Fakfak.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak