
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM – Sekolah Luar Biasa (SLB) Terpadu Kabupaten Fakfak resmi mulai melaksanakan proses belajar mengajar sejak Senin, 15 September 2025. Kehadiran sekolah ini disambut antusias oleh masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Koordinator SLB Fakfak, Syamsul Husain Karanggusi, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa SLB ini berdiri atas kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar berlangsung di gedung sewa milik warga, sembari menunggu pembangunan gedung permanen di lahan yang telah disiapkan di Jalan Mambruk, Wagom Utara, Fakfak.
“Alhamdulillah, mulai Senin kemarin proses belajar mengajar sudah berjalan. SLB ini menggunakan Kurikulum Merdeka sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan RI. NPSN juga sudah keluar dari provinsi bulan lalu, sehingga sekolah ini resmi beroperasi,” ujar Syamsul.
Hingga saat ini, jumlah siswa yang terdata mencapai 40 orang, namun karena keterbatasan ruang belajar, hanya 24 siswa yang dapat diterima pada tahap awal. Mereka berasal dari berbagai distrik di Kabupaten Fakfak, meski sementara ini prioritas pendaftaran difokuskan pada wilayah dalam kota.
Syamsul menegaskan bahwa keberadaan SLB merupakan perintah undang-undang yang menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Sekolah ini bukan pilihan, melainkan kewajiban negara. Jadi orang tua jangan ragu, jangan malu, dan jangan segan menyekolahkan anak-anak kita di SLB. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah sangat kami harapkan agar pendidikan inklusif ini bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
SLB Fakfak beralamat di Jalan Imam Bonjol, RT 06, Kelurahan Wagom Utara, dan menjadi SLB pertama yang berdiri di Kabupaten Fakfak pada tahun 2025. Harapannya, keberadaan sekolah ini mampu memberikan ruang pendidikan yang layak, setara, dan bermartabat bagi generasi muda berkebutuhan khusus di Papua Barat.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak