
Fakfak_ Waspadalah! Bila anda pelanggan telepon rumah Telkom, meningkatkan kewaspadaan akan adanya aksi penipuan via telepon rumah, tak ada salahnya. Sebar pesan kepada anggota keluarga anda, agar tidak terpancing hal-hal yang “aneh”. Biasanya, mereka mengiming-imingi hadiah hingga puluhan juta rupiah.
Dua hari lalu, Jhoe, admin infofakfak.com., menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai pegawai PT. Telkom, bernama Martin. Sang “pegawai Telkom” ini menyampaikan bahwa, admin media ini beruntung, karena mendapatkan 1 unit TV Samsung 32” dari Telkom.
“Martin itu bilang, selain mendapatkan TV, juga mendapatkan uang tunai sebesar 20 juta, dari kerjasama antara Telkom dengan Bupati Fakfak. Untuk itu, saya diminta untuk menghubungi “Kepala Telkom Fakfak” Bapak Ferdinan Parera, di nomor 0899 4889 272,” ujar Jhoe. “Tapi untuk menghubungi Fredinan, harus menggunakan telepon rumah,” tambahnya.
Ketika “Kepala Telkom” yang diberi nama Ferdinan Parera dihubungi kembali, nampak sang “Kepala Telkom” kurang sigap dan terkesan kurang profesional. Dia justru menanyakan ini telepon dari nomor berapa dan akan menghubungi siapa.
“Ketika saya menghubungi kembali, dia malah balik tanya, ini kerjasama dengan bupati yang mana,” kata Jhoe.
Nampaknya, Ferdinan lupa, dia sudah menjadi bupati mana saja, sehingga masih harus bertanya kepada calon mangsanya.
Sayangnya, Kepala Telkom Fakfak yang sebenarnya, Aksan Yusuf, hanya mengucapkan terima kasih atas informasi dari media ini.
“Terima kasih infonya. Saat ini kami mendampingi Bupati Fakfak sedang di Jakarta bertemu Direktur Utama Telkomsel,” infonya via whatsapp.
Model penipuan ini, biasanya akan menggiring korban yang mempercayai bujuk rayunya, hingga ke dalam bilik ATM. Biasanya, korban akan mengalami dua kemungkinan. Pertama, korban akan diminta transfer ke rekening tertentu, dalam jumlah tertentu. Ini cara “kasar”. Cara lebih canggih, korban biasanya cukup diminta menyebutkan nomor kartu ATM dan PIN ATMnya saja.
Beberapa tahun lalu, seorang teman anggota DPRD di Jawa Timur, menerima telepon dari nomor seluler, seakan-akan dari mesin penjawab. Manusia yang bermaksud menipu ini, nyerocos terus seakan-akan mesin penjawab, tanpa jeda tanpa salah. Akhirnya, setelah calon korban mengucapkan kata “halo” beberapa kali, barulah si mesin penjawab bisa berbicara ala manusia kembali, dan ujungnya, meminta calon korban menuju ATM. Untungnya, anggota DPRD provinsi yang mantan wartawan ini, sudah paham aksi tipuan itu, sehingga selamat. Waspadalah! (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak