
Fakfak_ Dalam pertemuan antara Penjabat Bupati Fakfak, Plt Sekda dan para Kepala Bagian dan pegawai hononer di jajaran Sekretariat Daerah atau Setda Fakfak yang berlangsung di Gedung Wintder Tuare Senin (13/3) siang, terungkap bahwa gaji 3 bulan yang selama ini masih belum terbayar, akan segera cair.
Menurut Penjabat Bupati Fakfak, Ontovianus Mayor, dana untuk gaji 105 pegawai hononer atau setara 567 juta, sudah ada.
“Pemda belum membayar gaji tersebut, karena belum ada SK kontrak kerja. Makanya hari ini, saya sampaikan kepada Sekda, saya tunggu hingga jam 2 malam, SK tersebut akan saya tandatangani agar gaji bisa terbayar. Sedangkan gaji berikut, itu menjadi urusan bupati baru nanti. Sebab, aturan saat ini, mereka akan tandatangan kontrak lagi, dan itu kewenangan bupati yang baru,” jelas Penjabat Bupati.
Sementara itu, Plt Sekda Fakfak, Nasrun P Elake, menyampaikan bahwa, Pemda akan merampingkan pegawai honore dan masalah itu akan dibahas oleh tim lebih dulu. Hal ini terjadi, sebab banyak pegawai yang kurang efektif, bahkan jarang masuk kerja.
Pegawai honorer di bagian umum Setda menjadi sorotan Sekda, lantaran banyak yang jarang masuk kantor, padahal jumlah pegawai honorernya paling banyak.
“Untuk masalah perampingan pegawai honorer, nanti akan dibahas oleh tim lebih dulu,” ujar Nasrun.
Masalah seragam pegawai honorer, juga disinggung oleh Penjabat Bupati. Mayor menegaskan bahwa, seragam bagi pegawai honorer adalah hitam putih.
“Hitam putih itu seragamnya. Dan mereka tetap harus ikut apel pagi. Itu aturannya,” ujar Mayor.
Menurut Mayor, nasib pegawai sebenarnya ditentukan dirinya sendiri. Jika kinerjanya baik, tentu pimpinanya akan memberikan catatan baik. Jika ada perubahan aturan dari pusat, bisa saja honorer yang saat ini ada, akan bisa diangkat menjadi PNS. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak