Home / Headline / Puluhan Jamaah Laksanakan Sholat Gerhana

Puluhan Jamaah Laksanakan Sholat Gerhana

Sholat gerhana matahari di Masjid Al Hidayah, Kebun Kapas, Fakfak.
Sholat gerhana matahari di Masjid Al Hidayah, Kebun Kapas, Fakfak.

Fakfak_ Puluhan umat Islam, Rabu pagi (9/3) melaksanakan sholat gerhana di Masjid Al Hidayah, Kebun Kapas, Fakfak. Masjid ini, agaknya satu-satunya masjid yang melaksanakan sholat gerhana. Pengurus masjid besar lain seperti Masjid Al Munawarah dan Masjid Jami’ Kota, tidak menyelenggarakan sholat gerhana. Bahkan Masjid Baitul Makmur yang merupakan masjid agungnya Fakfak, nampaknya absen.

“Kami menindaklanjuti seruan MUI dan DMI Kabupaten Fakfak, untuk melaksanakan sholat gerhana. Alhamdulillah jamaah yang hadir cukup banyak,” ujar H. Janasi, pengurus Masjid Al Hidayah.

Ketua DMI Kabupaten Fakfak, Djamaluddin Leto, S.Ag. M. MPd. menyampaikan bahwa, yang melaporkan menyelenggarakan sholat gerhana baru pengurus Masjid Al Hidayah, Kebun Kapas.

“Pengurus Masjid Agung Baitul Makmur dan beberapa masjid lainnya menyampaikan bahwa mereka belum mendapat pemberitahuan, sehingga mereka absen,” ujar Djamaluddin.

Sholat yang dilaksanakan sekitar jam 10 pagi ini, berlangsung tepat saat posisi maksimal bulan menutup sinar matahari. Fenomena ini mengakibatkan suasana redup layaknya waktu menjelang senja.

Dalam khotbahnya, ustadz H. Jumroni mengingatkan jamaah, bahwa peristiwa gerhana merupakan salah satu tanda tanda kekuasaan Allah, bukan karena adanya kelahiran atau kematian seseorang.

“Hendaknya umat Islam paham, jika terjadi gerhana, baik gerhana matahari atau bulan, harus disikapi sesuai syariat, bukan mengikuti mitos atau tahayul. Sayangnya, peristiwa ini lebih banyak disikapi dengan mendatangi tempat-tempat rekreasi, daripada mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat gerhana” jelas ustadz Jumroni.

Usai melaksanakan sholat gerhana, jamaah langsung melihat peristiwa gerhana matahari dari serambi masjid. Sebagian jamaah melihat dengan kacamata hitam. Bahkan ada yang menggunakan film rongent.

“Saat khotbah tadi suasana redup. Kalau sekarang posisi bulan sudah bergeser, sehingga cahaya matahari lebih dominan,” kata Ismu, yang melihat gerhana dengan media film rongent.

Dengan film rongent, peristiwa gerhana matahari ini memang bisa dilihat cukup baik. Sinar matahari tidak terlalu menyilaukan mata, sehingga pergeseran posisi bulan bisa diikuti dengan nyaman. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Mobil Akustik Masjid, Mendata Sound System Dan Status Masjid

Fakfak_ Salah satu dari 10 program unggulan DMI atau Dewan Masjid Indonesia, adalah pemeliharaan akustik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *