Home / Headline / Polisi Simpulkan Saridi Tewas Kecelakaan?

Polisi Simpulkan Saridi Tewas Kecelakaan?

Hanung Sapto Raharjo, Ketua Ikasuwara Kabupaten Fakfak
Hanung Sapto Raharjo, Ketua Ikasuwara Kabupaten Fakfak

Kota_ Kepada keluarga Saridi serta perwakilan Ikatan Keluarga Sunda Jawa Madura (Ikasuwara) Kabupaten Fakfak, polisi menyampaikan kesimpulan, yang dikatakan sementara, bahwa kematian Saridi adalah kecelakaan lalu lintas. Demikian dijelaskan Ketua Ikasuwara, Hanung Sapto Raharjo.

Hanung menyampaikan hal tersebut, dalam rapat Ikasuwara, setelah pada Sabtu (30/5) pagi, mendampingi keluarga Saridi serta perwakilan masyarakat Bomberay, bertemu dengan Kapolres, di Mapolres Fakfak.

Sejatinya, kesimpulan (sementara) ini dianggap cukup kontroversi dengan pemikiran masyarakat. Sebab, keluarga dan masyarakat yang mengetahui masalah ini, menganggap bahwa Saridi meninggal tidak wajar.

Bahkan, Kepala KUA Distrik Bomberay, Ruslan La Puasa yang mengaku ikut dalam proses pemeriksaan jenazah Saridi oleh Dokter Arini, sangat tidak yakin jika Saridi meninggal karena kecelakaan. Hal itu bisa diduga dari hilangnya kedua pergelangan tangan dan satu pergelangan kaki korban.

“Saya ikut pencarian yang akhirnya menemukan jenazah Pak Saridi. Jadi saya tahu kondisinya saat itu. Kalau dikatakan hal itu merupakan kecelakaan, menurut saya, pasti banyak masyarakat yang kurang bisa menerima hal itu,” ujar Ruslan.

Jika disimpulkan sebagai korban kecelakaan lalu lintas atau laka lantas, merupakan satu hal yang luar biasa kebetulan, terkait hilangnya pergelangan tangan dan kaki korban. Lengan jaket korban juga tidak menunjukkan tanda-tanda laka lantas, padahal pergelangan tangannya putus. Selain itu, putusnya kaki korban seperti tampak dalam salah satu foto, terlihat cukup jelas terpotong “halus”. Jika kecelakaan, maka patahan atau potongan anggota tubuh, besar kemungkinan berpola lain.

Polisi Selidiki Data Telkomsel?

Kasat Reskrim yang coba dihubungi media ini, tidak membalas SMS yang dikirimkan. Media ini menanyakan, apakah polisi sudah mendapatkan data voice (rekaman) pembicaraan dan data SMS pada HP korban. Sebab, dari data tersebut, akan bisa ditarik benang merah, siapa saja yang berhubungan dengan korban sebelum tragedi tersebut. Hal ini perlu diketahui, untuk mendeteksi siapa saja yang mengetahui kepulangan Saridi ke Bomberay.

Tentu masyarakat sangat berharap agar, polisi yang memiliki kewajiban dan kewenangan dapat mengungkap hal yang sebenarnya. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Kejaksaan Segera Terbitkan DPO Kasus Susu Fiktif Dinas Kesehatan

Fakfak_ Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Rilke Jefri Huwae, SH., Kamis (29/10) siang tadi, telah menandatangani ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *