Home / Headline / DIperlukan Kiat Agar Winder Data Memikat

DIperlukan Kiat Agar Winder Data Memikat

Fakfak_ Winder Data, yang digadang-gadang sebagai pusat informasinya Fakfak, ternyata masih jauh dari harapan. Sejak diresmikan Bupati pada 6 Agustus atau empat bulan lalu, visitor atau tamu yang berkunjung, baru 38 orang saja. Melihat situasi ini, mesti ada kiat serius agar proyek besutan Pemda dan pendonor asing ini menjadi memikat.

Sebenarnya, sarana penunjang di Winder Data saat ini bisa dibilang cukup memadai. Selain perpustakaan lumayan mewah, jaringan internet pasokan Telkom juga sudah bisa dinikmati pengunjung. Hanya sayangnya, pengelola belum mengijinkan penggunaan flashdisc atau kartu memori sejenisnya, baik untuk upload maupun download. Untuk masalah ini, satu-satunya solusi adalah membawa laptop sendiri.

“Sarana penunjangnya sudah baik. Tinggal bagaimana caranya agar Winder Data ini tidak sia-sia. Perlu sosialisasi berkesinambungan agar masyarakat memanfaatkan proyek ini. Sayang kalau tidak dipakai,” ujar Frans Tamaela, salah seorang staf ahli di DPRD Kabupaten Fakfak.

Frans yang juga Sekretaris DPC Aliansi Wartawan Indonesia Kabupaten Fakfak ini mengingatkan perlunya ada aturan pemakaian internet di Winder Data. Jika tidak, maka pengunjung hanya akan memanfaatkan internet di Winder Data layaknya sebuah warnet gratis.

“Layanan dasar awalnya adalah pusat informasi. Maka sudah tepat jika memang ada perpustakaan meski tidak banyak perbendaharaan bukunya. Juga ada jaringan internetnya. Namun, pemanfaatan sarana di Winder Data seharusnya lebih pada tujuan mencari informasi mengenai segala data yang berkaitan dengan Kabupaten Fakfak,” lanjut Frans.

Salah seorang petugas di Winder Data menjelaskan bahwa, data atau informasi yang tersedia masih perlu ditambah. Apalagi, data-data dari SKPD juga belum tersaji.

Menurut petugas tersebut, mekanisme yang dipakai selama ini, SKPD atau instansi penyedia data yang memasukkan data tersebut. Jadi pengelola Winder Data hanya menerima.

Sebaiknya, mekanismenya sedikit diubah dengan jemput bola. Apalagi petugas Winder Data ada 7 orang. Dengan jumlah tenaga terampil sebanyak itu, mestinya bisa diprogram instansi atau SKPD mana yang diambil datanya. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *