
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Fakfak meminta perhatian serius Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, terkait proses pengisian jabatan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat yang hingga kini belum dilantik.
Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LMA Fakfak, Valentinus Kabes, kepada media Infofakfak di ruang kerjanya, Jumat, 23 Januari 2026.
Valentinus menjelaskan, berdasarkan hasil seleksi terbuka pimpinan jabatan tinggi pratama, proses seleksi telah mengerucut dari lima besar menjadi tiga besar. Dari tiga nama yang tersisa, Engelbertus Gewab, S.Sos., M.Si. menjadi satu-satunya kandidat yang berasal dari Kabupaten Fakfak.
“Kami meminta atensi khusus Bapak Gubernur Papua Barat. Dari tiga besar yang ada, hanya satu putra Fakfak, yakni Saudara Engelbertus Gewab. Ini menjadi harapan masyarakat adat Fakfak,” ujar Valentinus.
Valentinus juga mengingatkan akan adanya komitmen moral dan adat yang pernah disampaikan sebelum Dominggus Mandacan terpilih sebagai Gubernur Papua Barat. Sekitar dua minggu sebelum pencalonan gubernur, Dominggus Mandacan, yang juga merupakan Kepala Suku Besar Arfak, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Fakfak.
Dalam pertemuan adat yang berlangsung di Hotel Grand Papua Fakfak tersebut, perwakilan Dewan Adat Mbaham Matta yang saat itu diketuai oleh Demianus Tuturop, bersama para raja adat Fakfak, menyampaikan sebuah catatan adat.
Catatan tersebut berisi harapan agar apabila Dominggus Mandacan terpilih sebagai Gubernur Papua Barat, ia dapat memberikan ruang dan kesempatan yang adil bagi putra-putri terbaik Fakfak untuk berkiprah dan berkontribusi di tingkat Provinsi Papua Barat.
“Catatan adat itu masih kami ingat dengan baik.Fakta hari ini menunjukkan bahwa hanya Engelbertus Gewab yang tersisa dalam tiga besar untuk jabatan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat,” tegas Valentinus.
Berdasarkan pantauan media, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat telah dilantik. Namun, Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat menjadi satu-satunya OPD yang hingga kini masih menunggu keputusan akhir dan pelantikan pejabat definitif.
LMA Fakfak menilai kondisi tersebut sebagai momentum strategis, mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu pilar utama pembangunan Papua Barat ke depan. Selain itu, sektor ini dinilai memiliki peran penting dalam menjamin representasi dan keadilan bagi wilayah adat di Papua Barat.
LMA Fakfak berharap Gubernur Papua Barat dapat mempertimbangkan secara objektif rekam jejak, kapasitas, serta kompetensi para kandidat, sekaligus memperhatikan aspek representasi daerah adat, tanpa melupakan prinsip profesionalisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami tidak dalam posisi memaksakan kehendak, tetapi berharap ada kebijaksanaan. Fakfak juga memiliki anak-anak terbaik yang layak diberi kepercayaan untuk mengabdi di tingkat provinsi,” tutup Valentinus.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak