
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com — Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi tinggi kepada guru dan kepala sekolah di Kabupaten Fakfak yang mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) Tahun Anggaran 2025, Sabtu, 6 Desember 2025.
Tuning Supriyadi, M.Pd, menyampaikan bahwa program pembelajaran mendalam merupakan bagian dari implementasi Nawacita Presiden Prabowo Subianto yang diterjemahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuan program ini adalah membentuk generasi anak Indonesia yang hebat, berkarakter, dan kompeten sesuai tantangan zaman.
Tuning menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru, melainkan strategi baru yang lebih relevan dengan kondisi saat ini. Tiga prinsip utama yang diterapkan adalah:
1. Berkesadaran Guru membangun kesadaran belajar melalui pengalaman nyata siswa.
2. Bermakna Pembelajaran harus kontekstual dan terhubung dengan kehidupan sehari-hari.
3. Menyenangkan Suasana belajar tanpa tekanan agar siswa aktif dan fokus dengan gembira.
Ia mencontohkan penggunaan objek sederhana seperti pohon pucuk merah untuk mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Aktivitas mencangkok pohon dapat menjadi materi IPA, Bahasa Indonesia, Matematika, hingga pelajaran ekonomi.
“Ini wujud pembelajaran berkesadaran mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman nyata anak,” ujar Tuning.
Selain itu, Tuning memberikan apresiasi tinggi kepada para guru Fakfak, termasuk peserta dari daerah terpencil seperti Bomberay dan Karas. Ia menyoroti besarnya biaya transportasi yang harus dikeluarkan guru, sementara blockgrant sekolah hanya Rp45 ribu, sebagian harus disetor sebagai PNBP.
“Meski tantangannya besar, para guru tetap hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Ini luar biasa,” ujarnya.
Tuning juga mengusulkan evaluasi bagi pemerintah pusat terkait kesenjangan biaya operasional sekolah antara Jawa dan Papua. Menurutnya, nominal bantuan yang disamaratakan tidak mencukupi untuk sekolah di daerah pinggiran Papua.
“Sekolah di Jakarta dan Jawa mungkin cukup, tapi di Papua, terutama daerah terpencil, separuh kebutuhan operasional saja tidak terpenuhi. Ini perlu menjadi perhatian ke depan,” tegasnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak