
Reporter: Amryn
INFOFAKFAK.com – Upaya memperluas layanan pendidikan inklusif di Kabupaten Fakfak semakin diperkuat dengan diluncurkannya Training of Trainer (ToT) Pengajar Al-Qur’an Bahasa Isyarat 2025 oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Fakfak. Program pelatihan yang berlangsung pada 19–20 November 2025 di Hotel Fakfak ini resmi dibuka oleh Ketua Baznas Kabupaten Fakfak, Hardi Lamontja, S.Ag., M.Pd.
Program ToT ini disebut sebagai terobosan strategi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan agama bagi anak tunarungu dan tunawicara. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SLB Negeri Terpadu Fakfak sekaligus Ketua Panitia, Hj. Siti Nur Wasis, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen bersama menghadirkan pendidikan inklusif yang berkualitas.
“Hak setiap siswa, termasuk siswa tunarungu dan tunawicara, untuk memperoleh pendidikan agama yang layak dan mendalam adalah prioritas utama kami,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Baznas RI yang dinilainya turut memperkuat pemberdayaan pendidikan berbasis Zakat, Infak, dan Sedekah.
“Baznas telah mengelola dana ZIS secara produktif untuk pengajaran Al-Qur’an bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ini sangat kami hargai,” tambahnya.
Selain pengajaran bahasa isyarat Al-Qur’an, peserta ToT juga dibekali dengan pendekatan Deep Learning yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan, berasal dari beragam lembaga pendidikan: 3 dari Rumah Qur’an, 2 dari TPQ, 2 dari KB/PAUD, 12 dari SD, 2 dari SMP, 1 dari SMA, 7 dari SLBN, serta 1 orang tua.
Siti Nur berharap para peserta mampu menjadi agen pengimbasan di lembaga masing-masing.
“Kami ingin kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi anak berkebutuhan khusus semakin merata dan dapat diakses di mana saja,” ujarnya.
Ketua Baznas Fakfak, Hardi Lamontja, Dalam sambutannya menegaskan komitmen Baznas dalam mendukung pemberdayaan pendidikan disabilitas rungu dan wicara.
“Program ToT ini adalah bentuk komitmen Baznas dalam memperkuat layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara,” jelasnya.
Hardi menyebut program ini sekaligus menjadi jawaban atas keterbatasan tenaga pengajar SLB yang kompetensinya belum sepenuhnya linier.
“Dengan adanya peserta ToT, mereka akan menjadi agen pengembas sehingga pendidikan inklusif di Fakfak dapat menjangkau lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Fakfak, Muhammad Tahir Patiran, S.Sos., MM, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan ToT dan penguatan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Pemerintah telah menyiapkan lahan dua hektare senilai Rp800 juta untuk pembangunan pusat pendidikan ABK,” ungkapnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan sempat terhenti karena persetujuan sebagian pihak terkait lokasi.
“Pembangunan tahap awal akan dimulai Desember 2025, dimulai dengan penataan lahan dan pemasangan alat berat,” jelasnya.
Saat ini, terdapat 32 siswa ABK yang masih belajar dengan fasilitas terbatas. Sementara itu, data SLB baru mencatat 23 siswa, angka yang diperkirakan belum menggambarkan jumlah siswa ABK yang sebenarnya.
“Masih banyak anak yang belum terdata karena orang tua masih merasa ragu untuk menyekolahkan mereka. Padahal layanan sudah ada dan siap membantu,” tegas Tahir.
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Fakfak bersama Baznas berharap ToT ini melahirkan tenaga pengajar yang terampil dalam bahasa isyarat Al-Qur’an serta berkomitmen memperjuangkan pendidikan agama yang inklusif, manusiawi, dan memberdayakan.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Mustaqim, Lc., M.Ag., Ketua MUI Fakfak, perwakilan Kemenag Fakfak, Sekretaris Disdikpora, Koordinator dan Kepala SLB Negeri Terpadu Fakfak, serta undangan lainnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
