Home / Info Kampung / Mengenal Lebih Dekat  Rick Jan Iba, Sosok Sederhana Dengan Karya Luar Biasa

Mengenal Lebih Dekat  Rick Jan Iba, Sosok Sederhana Dengan Karya Luar Biasa

Jan Hendrick Iba yang dikenal sebagai Rick Jan Iba, seorang pencipta lagu yang luar biasa. (Foto: Beny B. Kwa)

Penulis : Beny B. Kwa
Editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM _ dalam serangkaian mempetongati hari Sumpah Pemuda 2021, salah satunya digelar lomba Cover Lagu Jeh Siangga. Lsgu ini tertulis penciptanya ialah Rick Jan Iba.

Nama ini membuat saya teringat pada pasien yang berkunjung ke tempat praktik mandiri, bernama Jan Iba. Pernah membaca pada media sosial bahwa, Jan Iba menciptakan beberapa lagu daerah Fakfak. Hal ini membuat saya ingin mengenal lebih dekat sosok Jan Iba.

Beliau memang sudah saya kenal sejak kembali dari pendidikan sejak tahun 1996. Sepengetahuan saya, sosok ini adalah seorang yang ramah. Jika mampir ke toko keluarga, suka bercerita dan sering mengakhiri perjumpaan dengan mengajak kami sekeluarga untuk doa bersama, sehingga saya mengira beliau adalah seorang tokoh agama yang bertugas di daerah pegunungan Fakfak.

Rasa ingin lebih dekat ini, membuaat saya menghubungi menantunya, seorang tenaga kesehatan,  meminta waktu untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat lagi sosok ini.

Akhirnya Keinginan saya terwujud. Sabtu pagi, 30 September 2021 sekira 09:45, saya menuju rumah kediamannya yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Ketika tiba, Bapak Jan Iba telah menanti di ruang tamu ditemani istri tercinta, anak ketiga, Riden H. Iba dan istrinya. Beliau mengenakan kemeja putih bergaris, yang menurut istrinya, beliau ingin memakai kemeja ini yang merupakan pemberian almarhum papa saya kepada beliau. Hal ini membuat saya terharu dan merasa makin dekat dengan beliau.

Kopi kesehatan bagi anda (adv)

Saya menyampaikan maksud dan tujuan saya ketemu beliau dan minta ijin bahwa hasil wawancara ini akan saya buat dalam tulisan untuk dipublikasi pada media sosial, dan beliau tidak berkeberatan.

Kopi untuk meningkatkan “daya dobrak” . (adv)

Beliau terlahir dengan nama Jan Hendrick Iba pada hari Minggu, 30 April 1942 di Kampung Kayauni. Ayahnya bernama Andarias Iba, seorang guru dan penghentar jemaat kristiani di Kayauni. Sedang ibu bernama Ruth Rohrohmana. Beliau adalah anak pertama dari 14 (empat belas) bersaudara. Menikah dengan istri tercinta yang hingga saat ini masih mendampinginya bernama Antoneta Patiran, mempunyai 8 orang anak. Beliau masih fasih berbahasa Belanda, Inggris dan tentunya bahasa asli daerah Fakfak, yakni bahasa Iha dan bahasa Indonesia.

Riwayat pendidikannya, DS (semacam SD pada masa itu) kelas 1 – kelas 2 di Kampung Kayauni. Kemudian mengikuti test DS 3 di Kampung Kokas, dan melanjutkan pendidikan di LSB NPK (Yayasan YPK) Fakfak untuk menyelesaikan pendidikan tingkat dasar.

Beliau melanjutkan pendidikan ODO, Sekolah Guru Kampung yang saat itu berlokasi di STT Theologia saat ini, selama 3 tahun. Setelah itu, dengan menggunakan kapal laut Kaluku, Beliau berangkat ke Holandia atau Jayapura, untuk melanjutkan pendidikan di Kweek School tahun 1962-1966.

Setelah itu, Beliau bekerja di Kantor P dan K di Manokwari. Tahun 1969 Beliau di pindahkan ke Bintuni tapi kemudian belau kembali ke Fakfak karena ibunya sakit.

Tahun 1970, Beliau kembali ke Jayapura untuk melanjutkan di Universitas Cendrawasih, nanun tidak menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Fakfak. Tahun 1970-1974 menjadi Kepala Kampung Pasar Panjang di Kokas dan menjadi tokoh agama di situ. Tahun 1977-1982 menjadi anggota DPRD Fakfak, dan mulai menginisiasi pembangunan jalan Fakfak ke Kokas. Tahun 1982 bekerja di Sinode GPI Fakfak,  mengajar mata kuliah Musik Gerejawi dan Nyanyian Jemaat pada mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Fakfak, juga sebagai guru yang memberi pelajaran Bahasa Inggris di SD Katolik Gwerpe.

Dari media sosial, ada berapa lagu yang dipublikasikan sebagai ciptaan Beliau, tapi saat bertemu hari ini, ternyata lagu ciptaannya begitu banyak. Ada lagu daerah, lagu rohani daerah dan lagu anak-anak.

Saya sampai khawatir, apakah lagu-lagunya semua tersimpan dengan baik, apakah lagu-lagu tersebut sudah dipatenkan sebagai hak cipta, ternyata menurut penuturan keluarga, ada 6 lagu yang sudah dipatenkan.

Ternyata, Beliau juga menjadi bagian dari tim penyusun kamus bahasa daerah Fakfak. Juga, menterjemahkan doa Bapa Kami dalam bahasa Iha Fakfak.

Saya semamin kagum akan sosok sederhana ini yang ternyata mempunyai karya yang luar biasa bagi daerah Fakfak dan juga keagamaan.

Beberapa lagu popular yang saya tahu, saya tanyakan tentang lagu tersebut, diceritakan bahwa lagu Jeh Siangga diciptakan saat melihat seekor burung Cendrawasih sedang makan jantung pohon pisang. Beliau sangat terpesona dan mengagumi keindahan burung itu dan menginspirasinya.

Lagu Fakfak Tiri, bercerita tentang keunikan masing-masing daerah menghasilkan produknya. Fakfak dengan hasil pala, Ambon, Seram dengan cengkeh dan kebersamaan bersama pulau lain. Dan lagu Pakpak Nahnaha Nen, bercerita tentang keindahan kota Fakfak di waktu malam.

Masih banyak lagunya yang tidak sempat saya tanyakan. Berdasarkan penelusuran pada Google, didapatkan data bahwa lagu Jeh Siangga telah dipopulerkan oleh Rio Grime sebagai Pop Papua, dijual di Amazon.com, Shopee dalam bentuk CD dan MP3.

Lagu Jeh Siangga dan Fakfak Tiri juga dibawakan oleh Myristica Choir Kabupaten Fakfak tahun 2014 pada festival paduan suara 8th World Choir Games Riga di Latvia.
<span;>Sangat bangga mendengar bahwa nama Beliau, <span;>Rick Jan Iba.<span;>dibacakan sebagai pencipta lagu Jeh Siangga dan Fakfak Tiri.

Pada festival itu, Myristica Choir menyabet Silver Medal. Irama Jeh Siangga juga digunakan sebagai musik pembuka pada siaran berita RRI Fakfak.

  • Saat ini, pada usia menuju angka 80 tahun, kesehatannya sudah mulai menurun, berjalan sudah mulai kurang kuat, suara mulai melemah. Tapi ketika saya meminta beliau menyanyikan lagu Jeh Siangga, terpancar kembali dari suara dan sinar mata sebuah semangat dan kekuatan.

(klik https://youtu.be/GPLxmaLM6qk).

Rick Jan Iba bersama keluarga. (Foto : Beny B Kwa)

Bersama keluarga, beliau menyanyikan lagu rohani daerah yang juga diciptakan sendiri berjudul Qi Komonen Touw (Sudah Ku Dengarkan). Begitu merdu dan syahdu, tak terasa air mata berlinang saat memvideokan mereka bernyanyi, tampak pula sanv menantu, Melanesia Kabes, ikut meneteskan air mata. (klik https://youtu.be/bWDiq4tSAuY ).

Tetap sehat Bapak Rick Jan Iba, terima kasih atas karyamu untuk negeri ini, semoga karyamu semakin dikenal dan abadi. Satu hal yang sangat penulis harapkan, semoga ada pihak yang membantu Bapak Rick Jan Iba untuk mempopulerkan dan mematenkan semua karyanya, sehingga menjadi aset dan kebanggaan Kota Fakfak tercinta. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

KOPRI PMII Fakfak Memperingati Hari Lahir Ke-54

Reporter : Amrin Landupa Editor : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ...

One comment

  1. Yuliawati Madu

    Sangat Bangga dengan orang tua yang menjadi inspirasi.
    Semoga Bapa Jan selalu sehat dan penuh hikmah ilmu untuk kami-anak anak cucu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *