Home / Opini / MENUJU RANGKENDAK CERIA

MENUJU RANGKENDAK CERIA

Menuju Rangkendak Ceria

Penulis: dr. Beny Bernard Kwa, Praktisi Kesehatan

Edisi I

Sebagaimana lazimnya di Fakfak, kota yang menggunakan buah pala sebagai icon kota ini, maka ketika tiba di gereja di kampung ini, tampak sebuah bangunan dalam lingkungan gereja yang di atasnya terdapat replika berbentuk buah yang mirip buah pala, tapi berwarna hijau dan mengarah ke atas.

Buah pala biasanya menggunakan warna kuning coklat dan mengarah kebawah. Tadinya, penulis mengira ini adalah buah pala dalam versi lain.

Waktu mengikuti ibadah di Gereja Ebenhaezer, dalam kotbahnya, pendeta Venti Tomasoa menyampaikan bahwa, replika itu adalah buah DAMAR, pohon yang getahnya digunakan sebagai bahan bakar untuk pelita yang menerangi masyarakat di kampung ini pada masa lalu, ketika masih belum terjangkau oleh BBM seperti yang ada saat ini. Rupanya, tanaman ini mempunyai makna yang dalam bagi penduduk di kampung ini.

Sedikit keterangan tentang tanaman ini, Damar (Agathis dammara), adalah sejenis pohon anggota tumbuhan runjung (Gymnospermae) yang merupakan tumbuhan asli Indonesia.

Damar menyebar di  Maluku, Sulawesi, hingga ke Filipina (Palawan dan Samar). Pohonnya besar, tinggi hingga 65 meter; berbatang bulat silindris dengan diameter yang mencapai lebih dari 1,5 meter. Pepagan luar keabu-abuan dengan sedikit kemerahan, mengelupas dalam keping-keping kecil. Daun berbentuk jorong, 6–8 × 2–3 cm, meruncing ke arah ujung yang membundar. Runjung serbuk sari masak 4–6 × 1,2–1,4 cm; runjung biji masak berbentuk bulat telur, 9–10,5 × 7,5–9,5 cm.

Damar tumbuh secara alami di hutan hujan dataran rendah  sampai ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut. Damar teristimewa ditanam untuk diambil resinnya, yang diolah menjadi kopal. Resin ini adalah getah yang keluar tatkala kulit (pepagan) atau kayu damar dilukai. Getah akan mengalir keluar dan membeku setelah kena udara beberapa waktu lamanya. Lama-kelamaan getah ini akan mengeras dan dapat dipanen; yang dikenal sebagai kopal sadapan. Getah juga diperoleh dari deposit damar yang terbentuk dari luka-luka alami, di atas atau di bawah tanah; jenis yang ini disebut kopal galian.

Kampung Rangkendak, sebuah kampung yang ada di daerah pegunungan di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, dengan jarak tempuh sekitar 90 menit dari pusat kota dengan mobil, berada di distrik Kayauni yang merupakan distrik pemekaran dari Distrik Kramongmongga.

Waktu tempuh dari kampung Kayauni ke Kampung Rangkendak sekitar 30 menit. Kampung Rangkendak merupakan kampung yang berbatasan dengan Distrik Teluk Patipi.  Berdasarkan percakapan dengan sekretaris kampung, jumlah penduduk di kampung ini 155 orang, anak usia bayi hingga usia SD 45 orang, 1 ibu hamil dan 35 rumah. Mata pencaharian sebagian besar warga adalah berkebun. Hampir semua warganya beragama Kristen Protestan. Pada kampung terdapat 1 sekolah dasar dan 1 gereja.

Hampir semua rumah telah medapat aliran air bersih dari sumber mata air, demikian juga sarana MCK. Listrik belum ada, genset digunakan pada momen tertentu. Di kampung ini, terdapat Polindes dalam keadaan rusak berat, tidak ada tenaga kesehatan. Distrik Kayauni merupakan distrik pemekaran dari Distrik Kramongmongga, hingga saat ini belum memiliki Puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan masih dilaksanakan oleh Puskesmas Kramongmongga.

Berawal dari sebuah ide setelah melihat data penimbangan dan hasil UKS dari kampung ini, penulis menceritakan ide ini pada Kepala Distrik Kayauni saat ketemu pada tempat praktek mandiri. Tidak disangka ide ini diteruskan oleh Kepala Distrik ke Kepala Kampung dan mendapat respon, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan.

Pertemuan awal dilaksanakan di rumah seorang perawat Puskesmas Kramongmongga tanggal 13 Februari 2021 yang dihadiri oleh relawan, Kepala Puskesmas Kramongga dan tim, Sekretaris Kampung dan Plh. Kepala Kampung. Pada pertemuan ini disampaikan lebih detail maksud dan jenis pelayanan dan juga waktu kegiatan.

Kegiatan dilaksanakan dengan dengan Tema BAGIMU NEGERIKU 2021 dan Sub Tema MENUJU RANGKENDAK CERIA dengan sumber pembiayaan dari Dana Kampung, dimana seluruh anggaran digunakan untuk membeli alat/bahan penunjang dan pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh relawan dari berbagai profesi kesehatan  yang bekerja di Kabupaten Fakfak (saat ini terdiri dari dokter umum, analis kesehatan, nutrisionis, perawat), relawan kesehatan dari Puskesmas Kramongmongga yang dikoordinir oleh Kepala Puskesmas Kramongmongga dan didukung oleh pendeta di kampung ini. Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan 1 kali setiap bulan, pada hari Minggu setelah selesai ibadah gereja, dengan fokus pemantauan perkembangan ibu hamil, bayi dan anak hingga usia sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan direncanakan 12 kali kunjungan.

Dalam pemantauan dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan hygiene perorangan, penentuan status gizi, pemeriksaan kadar Hb dan pemberantasan/pemantauan kecacingan dan edukasi hygiene perorangan dan gizi bagi anak dan orang tua. Dilanjutkan dengan pengobatan, pemberian syrup besi, obat cacing, tablet tambah darah dan lainnya. Pada setiap pertemuan disajikan susu sesuai dengan usia, telur rebus dan bahan PHBS bagi anak. Penyampaian masalah yang ditemukan dan penyuluhan singkat disampaikan setelah selesai ibadah kepada warga yang hadir.

Direncanakan selesai kegiatan, kegiatan ini akan dievaluasi untuk kelanjutannya. Kegiatan pertama dilaksanakan tanggal 28 Februari 2021 sebagai pertemuan awal, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan Hb dan pemeriksaan telur cacing dan akan dilanjutkan pada setiap hari minggu ke 4 dalam setiap bulan.

Sebagai bukti nyata dukungan pada kegiatan ini, gereja menyiapkan teras gereja untuk lokasi pelaksanaan kegiatan, juga ruangan di dalam gereja. Dengan keterbatasan tenaga, dana yang tersedia, kami berusaha memaksimalkan pelayanan dengan sasaran yang diharapkan ;
1. Berkurangnya anemia pada bayi/balita pada khususnya dan seluruh warga pada umumnya.
2. Menurunnya angka kecacingan dan perbaikan hygiene perorangan.
3. Menurunnya angka  gizi kurang, kurus pada bayi, balita dan anak.

Tentunya kegiatan ini tidak bisa berjalan sendiri, harus ditunjang oleh sektor lain, seperti perikanan darat, peternakan dan tentunya kehadiran listrik di kampung ini, sehingga kebutuhan nutrisi protein dapat terpenuhi secara teratur bahkan dapat menjadi penunjang penghasilan keluarga/kampung. ***

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Hadap Bupati, Panwas Distrik Se-Kabupaten Fakfak Keluhkan Honor Belum Dibayar

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Belasan komisioner Panwas Distrik yang mewakili rekan-rekan mereka se-Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *