
Fakfak_ Dalam silaturohim dengan keluarga besar Kei yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Amin Ngabalin, calon Bupati Fakfak yang akan bertarung pada Pilkada 9 Desember nanti itu, mengungkapkan alasannya memilih Pendeta Marthen Hindom, sebagai calon wakil bupatinya.
Menurut politisi yang kini menjabat sebagai Sekretaris KNPI Papua Barat tersebut, awalnya dirinya dikontak ‘orangnya’ Drs. Said Hindom, MSi, mantan Wakil Bupati Fakfak yang kini maju sebagai calon bupati.
“Berbulan-bulan saya menunggu, tapi tidak ada kepastian,” kata Amin.
Setelah gagal dengan Said Hindom, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Fakfak, Semuel Hegemur, meminta Amin untuk menjadi wakil bupatinya.
“Waktu itu, Semuel Hegemur bilang, karena saya punya 3 kursi di DPRD, maka posisi saya adalah calon bupati. Waktu itu saya mengiyakan. Tetapi, perkataan itu akhirnya tidak ada kelanjutannya,” ulas Amin.
“Akhirnya, saya bertekad maju sendiri sebagai calon bupati. Dan, ketika saya menghubungi Pendeta Marthen Hindom, Beliau meminta 1 hari untuk menjawab. Dan, esoknya Beliau menyatakan bersedia. Bagi saya, Beliau adalah orang yang memiliki komitmen,” pungkas Amin.
Menurut Amin, Pendeta Marthen Hindom adalah rekan kerjanya saat menjadi anggota DPRD Kabupaten Fakfak 2 periode lalu.
“Yang saya tahu, Beliau jujur dan ini akan bisa membawa pemerintahan Fakfak ke depan, menjadi lebih baik,” kata Amin. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak