
Fakfak_ Meski harga beras di Jawa dan beberapa daerah lain mengalami kenaikan cukup signifikan, namun hingga kini belum membawa pengaruh di Fakfak. Harga beras di Fakfak hanya terokreksi naik sebesar 5.000 per sak untuk kemasan 25 kg.
Meski demikian, mengingat supplier beras adalah daerah subur semacam Jawa, dan kini tengah mengalami kelangkaan beras, mestinya pemerintah daerah Fakfak melakukan aksi antisipasif.
Kepala Bulog Sub Divre V Fakfak, Suparmo menjelaskan bahwa, pihaknya belum berencana melakukan operasi pasar, sebab situasi pasar khususnya harga beras terpantau masih normal.
“Menurut pengamatan kami, operasi pasar masih belum perlu, sebab harga masih relatif stabil. Jika ada kenaikan harga, tapi tidak tinggi. Selain itu, untuk melakukan operasi pasar, harus ada permintaan dari pemerintah daerah. Dan kami belum menerima permintaan tersebut,” jelas Suparmo.
Dilanjut Suparmo, bahwa stok bulog untuk beras kelas raskin masih bertahan hingga 1,5 bulan kedepan. Sedangkan beras mutu premium telah habis dan masih dalam proses lelang.
“Raskin masih ada untuk tahun ini. Sedangkan beras premium sudah habis. Stoknya hanya 20 ton, dan itu habis dalam beberapa hari saja,” lanjut Suparmo.
Suparmo juga menjelaskan bahwa, tahun 2016 Bulog akan berubah sebagai badan usaha yang profit oriented atau perusahaan yang berorientasi keuntungan. Hal ini disebabkan, mulai tahun depan raskin diganti dengan uang. Sehingga, Bulog tidak mengurus raskin lagi, tapi menyediakan beberapa komoditi.
“Untuk komoditas yang disediakan oleh Bulog, melihat situasi daerah. Misal, untuk Fakfak komoditas yang cocok bisa berupa beras, gula, kedelai atau jagung,” ujar Suparmo.
Belum diketahui apa rencana Pemda Fakfak, sebab pejabat yang berwenang masih di luar daerah. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak