
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.com, –Pelayanan kesehatan di wilayah transmigrasi Kabupaten Fakfak kembali menjadi perhatian, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bomberai. Hal ini disampaikan dalam kegiatan pemaparan yang berlangsung di Hotel Grand Papua, Fakfak, Selasa, 16 Desember 2025.
Kepala Puskesmas Bomberai, Abdul Aziz Alzubaidy, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sejumlah permasalahan yang mempengaruhi optimalisasi pelayanan kesehatan, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas penduduk yang cukup tinggi.
Ia menjelaskan, meskipun Puskesmas Tomage juga diundang dalam kegiatan tersebut, perwakilannya belum sempat hadir. Namun di lapangan, cukup banyak masyarakat dari wilayah Tomage yang memilih berobat ke Puskesmas Bomberai Kondisi ini diduga berkaitan dengan keterbatasan tenaga kesehatan maupun ketersediaan obat di fasilitas kesehatan setempat, meskipun hal tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Menurut Abdul Aziz, Puskesmas Bomberai memiliki dua wilayah kerja utama, yakni wilayah pesisir dan wilayah darat, dengan jangkauan pelayanan hingga ke kampung-kampung terpencil. Ia menilai keberadaan gedung Puskesmas yang telah diresmikan langsung oleh Bupati Fakfak patut disyukuri, namun perlu diimbangi dengan dukungan pengelolaan dan fasilitas yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Dari sisi sumber daya manusia, Puskesmas Bomberai saat ini didukung oleh dua dokter umum, masing-masing satu dokter berstatus PNS dan satu dokter kontrak (RMS) yang baru bertugas. Selain itu, terdapat satu dokter gigi yang dijadwalkan akan berakhir masa yang disebutkan pada Mei mendatang setelah lebih dari satu tahun mengabdi. Pihak Puskesmas berharap Dinas Kesehatan dapat segera menyiapkan tenaga pengganti guna menjaga pelayanan kesinambungan.
Tantangan lain yang dihadapi adalah tingginya mobilitas penduduk serta angka kesakitan yang cukup besar. Saat ini, Puskesmas Bomberai hanya memiliki satu unit ambulans, yang dinilai belum mencukupi kebutuhan rujukan pasien. Dalam kondisi tertentu, pihak Puskesmas terpaksa menggunakan kendaraan di luar fasilitas Puskesmas untuk membawa pasien ke rumah sakit rujukan.
Jarak tempuh menuju rumah sakit juga menjadi kendala serius. Dalam kondisi tertentu perjalanan dapat ditempuh sekitar tiga jam, namun pada kondisi normal dapat memakan waktu hingga empat sampai lima jam, yang berisiko tinggi bagi pasien dengan kondisi gawat darurat.
Selain itu, kondisi sarana dan prasarana Puskesmas Bomberai masih memerlukan perhatian. Beberapa bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perbaikan dari tahun ke tahun, bahkan sempat menjadi kendala dalam proses akreditasi.
Keterbatasan akses internet serta pasokan listrik yang belum stabil turut menghambat pelayanan, khususnya dalam kegiatan administrasi dan pelayanan kesehatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari.
Melalui forum tersebut, pihak Puskesmas berharap berbagai permasalahan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi dan diskusi bersama antara pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan, guna melahirkan solusi nyata demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah transmigrasi dan daerah dengan akses terbatas di Kabupaten Fakfak. ***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak