
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Pemandangan penuh makna toleransi kembali terwujud di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pastor Katolik bersama umat di Kampung Wayati, Distrik Fakfak Timur Tengah, turut menyambut kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XI tingkat kabupaten yang diikuti perwakilan dari 17 distrik, Selasa, 30 September 2025.
Tokoh Katolik, Pendeta RD Yosep Lamak, hadir langsung dan mendoakan kelancaran jalannya MTQ yang dipusatkan di Distrik Fakfak Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan umat Katolik dalam menyambut peserta MTQ merupakan bentuk dukungan nyata terhadap semangat kebersamaan masyarakat Fakfak.
“Kami umat Katolik berdoa agar MTQ ke-XI berjalan lancar, penuh kedamaian, dan menjadi momentum memperkuat kerukunan. Fakfak adalah tanah ‘Satu Tungku Tiga Batu’, dan momen ini menunjukkan kami benar-benar menjaga warisan leluhur tersebut,” ujar Pastor Yosep.
Menurutnya, MTQ bukan sekedar kegiatan keagamaan Islam, melainkan sebuah ajang yang mencerminkan kebhinekaan Fakfak. “Kami senang ikut karena dapat menyaksikan dan terlibat dalam suasana persaudaraan ini,” tambahnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Distrik
Kepala Distrik Fakfak Timur Tengah, Marthen Wouw, mengaku bangga wilayahnya dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-XI. Ia menjelaskan, pemerintah distrik bersama masyarakat telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut para kafilah dari 17 distrik, mulai dari penginapan hingga rangkaian acara penyambutan di beberapa kampung.
“Kami melakukan penyambutan di empat titik, yakni Kampung Kotam sebagai pusat kegiatan, serta Kampung Karabelang, Wayati, dan Kwama. Semua kami lakukan demi menciptakan suasana ramah, penuh kekeluargaan, dan mendukung suksesnya MTQ ini,” jelas Marthen.
Simbol Kerukunan Nasional dari Fakfak
MTQ ke-XI Kabupaten Fakfak tahun 2025 bukan hanya menjadi ajang syiar Islam, namun juga menampilkan wajah Fakfak sebagai daerah dengan tradisi toleransi yang kuat. Kehadiran umat Katolik dalam penyambutan kafilah MTQ mempertegas pesan persatuan lintas iman di Tanah Papua.
Kehangatan penyambutan di Kampung Wayati menjadi simbol nyata bahwa nilai luhur “Satu Tungku Tiga Batu” terus hidup dan diwariskan oleh masyarakat Fakfak, sekaligus menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia dalam menjaga keharmonisan keberagaman.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
