
Reporter : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM_ Dr. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Papua Barat, silaturahim dengan keluarga besar Bauw, guna membahas usulan pahlawan nasional bagi alm. Raja Rumbati XVI H. Ibrahim Bauw.
Silaturahim yang dilaksanakan pada Senin, 12 Juni 2023 dan bertempat di rumah tua Jl. A Yani Fakfak, Papua Barat ini, juga dihadiri oleh pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Fakfak, serta anak cucu alm. H. Ibrahim Bauw.
Kepada keluarga besar H. Ibrahim Bauw yang hadir, Ketua PW Muhammadiyah Papua Barat menjelaskan, bahwa s<span;>ejarah yang benar ini harus disampaikan, karena semakin lama bisa saja sejarah ini akan hilang.
“Nilai-nilai perjuangan Beliau ini harus hidup selama-lamanya. Banyak orang mengakui beliau adalah tokoh nasional dan tokoh agama Islam dari tanah Papua,” ujar Dr. Ir. Mulyadi Djaya.
Bahkan Ketua PW Muhammadiyah akan mengusulkan nama H. Ibrahim Bauw menjadi nama IAIN Sorong.
“Memang waktu itu sempat saya sampaikan ke Wakil Gubernur Pak Lakotani tentang usulan ini. Namun karena perkembangan politik, usulan ini belum sempat dibahas. Untuk itu, bersama MUI akan kami usulkan kembali,” ucap Dr. Ir. Mulyadi Djaya.
Sekilas, Ketua PW Muhammadiyah Papua Barat menerima penjelasan terkait sejarah hidup H. Ibrahim Bauw serta ditunjukkan dokumen pendukung yang dimiliki keluarga besar Bauw.
Sejarah hidup H. Ibrahim Bauw yang dimulai ketika pulang dari menuntut ilmu sejak 1938 sanpai 1940 di Saudi Arabia dan mendapatkan mandat dari Pengurus Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta untuk mengembangkan Muhammadiyah di tanah Papua.
Dalam bidang ekonomi, H. Ibrahim Bauw pernah mendirikan Koperasi Sehati Onin pada tahun 1940, yang menjadi cikal bakal modal dakwah Beliau, mengembangkan Muhammadiyah di Tanah Papua..
Dalam silaturahim tersebut juga mengemuka peran aktif Raja Rumbati XVI tersebut dalam perjuangannya dalam sejarah kembalinya Irian Jaya ke pangkuan NKRI. Bahkan ada foto yang menunjukkan saat beliau membawa hal tersebut di Kantor PBB di New York, Amerika Serikat.
Di akhir silaturahim, Ketua PW Muhammadiyah Papua Barat menegaskan bahwa, nama H. Ibrahim Bauw tetap akan diusulkan kembali ke pemerintah Republik Indonesia, untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.
“Kami dari Muhammadiyah dan didukung oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Papua Barat, akan mengusulkan kembali nama Beliau untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional sesuai dengan sejarah perjuangan beliau,” tegas Mulyadi Djaya.
Diharapkan Jadi Pahlawan Nasional Ke-23 Dari Muhammadiyah
Dr. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Papua Barat, menyampaikan bahwa, saat ini di Museum Muhammadiyah terdapat 22 pahlawan nasional dari Muhammadiyah.
“Ada 22 pahlawan nasional dari Muhammadiyah, termasuk di sana ada nama Ir. Soekarno dan Jenderal Sudirman. Saya berharap, nama H. Ibrahim Bauw akan menjadi nama ke-23 sebagai nama pahlawan nasional di museum Muhammadiyah tersebut,” pungkas Mulyadi Djaya.
Guna kepentingan pengusulan kembali nama H. Ibrahim Bauw sebagai kandidat pahlawan nasional, Mulyadi Djaya meminta keluarga besar Bauw untuk mengumpulkan dan menyerahkan dokumen pendukung yang diperlukan.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak