Home / Headline / Sempat Keluarkan 3 “Ancaman”, Massa Dari 3 Kampung Akhirnya Memahami

Sempat Keluarkan 3 “Ancaman”, Massa Dari 3 Kampung Akhirnya Memahami

Perwakilan masyarakat dari 3 Kampung yakni Kampung Offie, Kampung Tibatibananam dan Kampung Mawar menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Samaun Hegemur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak. (Foto Ayu)

 

Reporter : Sri Mariati | editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM_ Perwakilan masyarakat dari tiga kampung, yakni Kampung Offie, Tibatibananam dan Mawar, Kamis, 15 Desember 2020 mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat tersebut ialah untuk msmints agar pemerintah segera mengaspal jalan yang menghubungkan tiga kampung tersebut, yang kondisinya yang rusak, sarat dengan lobang.

Mereka menolak perbaikan ala tambal sulam. Mereka menghendaki jalan sepanjang 4 km tersebut diaspal keseluruhannya.

Dalam surat pernyataan sikap diserahkan kepada DPRD Kabupaten Fakfak disebutkan, bila pemerintah tidak segera mengaspal jalan dimaksud, masyarakat memberikan tiga “ancaman” antara lain: jika jalan tidak diaspal pada tahun 2023, masyarakat tidak akan mengikuti pemilu; masyarakat akan melakukan pemalangan akses jalan Kampung Offie, Tibatibananam dan Mawar; dan akan menggunakan dana desa untuk mengakspal jalan dimaksud, yang seharusnya didanai dari anggaran APBD Fakfak.

Samaun Hegemut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak yang menerima masyarakat, berjanji segera memanggil pihak eksekutif dan membicarakan hal tersebut.

Usai mendatangi wakil rakyat di Gedung DPRD Kabupaten Fakfak, massa mendatangi Kantor Bupati Fakfak yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman, Wagom, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak.

Di hadapan Wakil Bupati Fskfak, Yohana Dina Hindom, mereka mengajukan tuntutan yang sama. Dan setelah mendengar penjelasan pemerintah, bahwa anggaran perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan untuk tahun 2023, masyarakat bisa memahami permasalahan tersebut.

Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom kepada wartawan menyampaikan bahwa, perlu disampaikan pemahaman kepada masyarakat bahwa ada tahapan dalam penganggaran kegiatan pembangunan.

“Aspirasi masyarakat adalah hal positif bagi pemerintah daerah dan pemerintah sudah melakukan hal-hal yang perlu dilakukan. Intinya masyarakat bisa memahami apa yang kami jelaskan dan nantinya secara teknis akan diselesaikan oleh teman-teman di dinas PU,” jelas Yohana.

Saat ini, untuk mengatasi jalan yang berlubang tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas PU telah melakukan penambalan dengan aspal Buton. Sedangkan peningkatan Jalan telah diprogramkan pada tahun 2023 dengan melakukan dua kegiatan yakni alitrase sepanjang 0,8 km dari Pasar Kampung Tetar menuju Kampung Timar dan peningkatan jalan sepanjang 4,2 km dari Kampung Offie menuju Kampung Tibatubananm. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Video Viral Bocil Hamil, Adakah Pelanggaran Kode Etik Kedokteran?

  Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Beberapa hari ini masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dihebohkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *