Home / Info Kampung / Demi Toleransi, Ormas Islam Jaga Gereja Dalam Damai Natal

Demi Toleransi, Ormas Islam Jaga Gereja Dalam Damai Natal

Ormas Anshor dan Banser tetap menjaga gereja. (Foto Jojie)

Reporter : Jojie Matitaputty
Editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Kabupaten Fakfak dikenal memiliki toleransi beragama yang tinggi di Provinsi Papua Barat. Budaya ini tetap lestari hingga saat ini.

Ali Hindom, S.Pd., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kabupaten Fakfak, menyampaikan pesan toleransi yang berangkat dari budaya masyarakat Fakfak, yakni satu tungku tiga batu.

“Dalam merayakan hari natal ini, marilah kita menjaga rasa persaudaraan dan persatuan dengan budaya satu tungku tiga batu,” ujarnya. Jumat, 24 Desember 2021.

Menurut Ali Hindom yang juga Ketua PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Fakfak ini, orang Fakfak telah memiliki kesadaran sejak lama bahwa, ada kehidupan beragama yang hidup rukun, damai, penuh kekeluargaan dan persaudaraan yang harus dijaga.

Lebih jauh Ali Hindom mengatakan, “Dalam tradisi di malam natal,  saya selaku Ketua NU Cabang Fakfak bersama pemuda Ansor dan Banser, selalu menjaga keamanan malam natal, agar saudara-saudara Kristiani dapat beribadah dengan damai. Tradisi ini sudah hidup sejak lama di kota Fakfak ini, karena kami semua berkomitmen untuk menjaga toleransi. Kami sangat menolak sikap intoleran dan juga paham-paham radikalisme,”

Hal senada juga disampaikan Pdt. Dr. Ronald J. Helweldery, M.Si., dalam menjaga toleransi umat beragama di hari raya natal.

Ronald Helweldery menyampaikan tema Natal secara nasional yang diusung PGI dan KWI yaitu Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan.

Menurutnya, tema Natal ini sejalan dengan konteks agama keluarga yang berangkat dari filosofi satu tungku tiga batu di Kabupaten Fakfak.

“Tema Natal kali ini lahir dari kesadaran kehidupan persaudaraan diantara kehidupan manusia. Kehidupan bernegara dan bermasyarakat harus dibangun dan dikembangkan berbasis persaudaraan. Fakfak memiliki filosofi satu tungku tiga batu yang mendorong masyarakat Fakfak untuk mampu melakukan hal tersebut. Hal ini harus kita sadari sehingga konteks kehidupan agama keluarga yang merujuk pada persaudaraan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Ronald Helweldery  berharap agar  kehidupan persaudaraan ditengah moment natal harus dibangun bersama-sama, sehingga mencapai kehidupan yang lebih baik lagi kedepan.***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

HUT Polairud Ke 69, Cliford Serahkan Tanah Adat Untuk Markas Polairud

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Moment peringatan HUT Polairud atau Kapolisian Perairan dan Udara, Polres Fakfak, Papua Barat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *