Home / Headline / Wakil Bupati Fakfak Panen Padi di Tomage

Wakil Bupati Fakfak Panen Padi di Tomage

Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, didampingi Sekda Fakfak , H. Ali Baham Temongmere, melakukan panen padi di Dstrik Tomage. (Foto IF)

Reporter : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM,  BOMBERAY_ Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, S.E., M.M., melakukan panen padi di Distrik Tomage padaMinggu, 14 November 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati dan para petani memanen padi seluas 4 hektar dari 8,5 hektar yang ditanami. Sedangkan lahan yang tersedia, sebenarnya mencapai 30 hektar. Saat ini, petani di Distrik Tomage, baru mampu menghasilkan 2,1 ton padi untuk setiap hektarnya.

Dihadapan para petani, Yohana Dina Hindom berjanji, meningkatkan produktivitas padi khususnya di Distrik Tomage dan Bomberay.

“Berbagai kendala terkait produktivitas padi di Distrik Tomage khususnya, serta Distrik Bomberay, telah kami dengar dan akan kami perhatikan. Kita harus fokus,  memperbaiki irigasi, mengatasi kurangnya pupuk, serta mempermudah petani untuk mendapatkan bibit padi yang berkualitas,” ujar Wakil Bupati. “Selain itu, saya pikir, selain Dinas Pertanian, untuk meningkatkan produktivitas padi serta melakukan penyaluran ke masyarakat, bisa juga melibatkan Dinas Koperasi dan UKM,” lanjutnya.

Sebelumnya, petani mengeluhkan berbagai kendala yang dihadapi selama ini sehingga padi yang dihasilkan belum bisa maksimal.

Ketua Kelompok Tani Margomulyo mengatakan, “Selain memerlukan irigasi, ketersediaan pupuk serta bibit padi varietas baru, kami juga perlu membuat pagar keliling, agar terhindar dari hama babi dan sapi. Untuk itu kami mohon kepada pemerintah agar membantu kami untuk mengatasi kendala-kendala yang ada,”

Kepada Wakil Bupati yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Fakfak, H. Ali Baham Temongmere, petani juga menyampaikan perlunya sentuhan tangan pemerintah daerah untuk membangun lantai jemur dan gudang.


Usai tatap muka bersama petani, Wakil Bupati Fakfak, melakukan panen padi bersama-sama rombongan dan para petani, serta dilanjutkan dengan proses pemisahan.padi menggunakan mesin.

Petani mengakui, dengan hasil masih 2,1 ton padi untuk setiap hektar, maka beras yang dihasilkan belum bisa untuk didistribusikan keluar distrik. Beras yang dihasilkan, hanya mampu untuk dikonsumsi sendiri. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Reog, Kuda Lumping dan Campursari “Sedot” 802 Orang Ikut Vaksinasi

Reporter : Sri Maryati Editor : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Berbagai upaya yang dilakukan pihak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *