Home / Headline / Status Diduga Corona, Disinyalir Berimbas Pada Sisa Warga Fakfak Yang Akan Dipulangkan

Status Diduga Corona, Disinyalir Berimbas Pada Sisa Warga Fakfak Yang Akan Dipulangkan

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Fakfak, Gondo Suprapto, S.K.M., M.Si. dan dr. Subhan Rumoning, Sp.PD. saat press conference Sabtu malam kemarin.
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Fakfak, Gondo Suprapto, S.K.M., M.Si. dan dr. Subhan Rumoning, Sp.PD. saat press conference Sabtu malam kemarin.

Reporter : cw01, Wahyu     | Editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Setelah juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Gondo Suprapto, S.K.M., M.Si. dan dr. Subhan Rumoning, Sp.PD. merilis adanya 1 orang yang diduga positif terpapar virus corona berdasarkan hasil rapid test, disinyalir temuan ini akan berpengaruh pada kebijakan pemulangan 100 orang lebih, sisa warga Fakfak yang masih tertahan di Sorong.

Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan menyampaikan, sebagai bagian dari gugus tugas covid-19 Kabupaten Fakfak, pihaknya akan memberikan masukan kepada ketua gugus tugas, terutama yang berkaitan dengan situasi kamtibmas kedepan.

“Saya sebagai bagian dari gugus tugas covid-19 Kabupaten Fakfak, tentunya akan memberikan masukan-masukan juga kepada ketua gugus, terutama yang ada kaitannya dgn situasi kamtibmas ke depan. Kita dari gugus juga melihat perkembangan situasi, baik wilayah maupun situasi tempat karantina serta petugas-petugasnya. Intinya, melihat dulu situasi dan kondisi yang ada,” jelas Kapolres, ketika dihubungi Minggu, 25 April 2020 pagi tadi.

Senada, Komandan Kodim 1803 Fakfak, Letkol Inf. Yatiman, A.Md., mengatakan, “Ya, pastinya begitu. Akan jadi bahan pertimbangan. Karantina harus dilaksanakan full 14 hari, dan nanti kita juga pertimbangkan para tenaga medis, mereka juga perlu waktu longgar sehingga bisa sedikit rileks, tertama dr. Subhan. Kita cuma punya 1 dokter spesialis penyakit dalam,” ujar Dandim.

Sementara itu, Gondo Suprapto menyampaikan bahwa masalah tersebut belum dibahas.

“Belum dibahas dan diputuskan. Mungkin Senin besok, hari Minggu masih istirahat,” ujar Gondo melalui whatsapp.

Disisi lain, Semuel Hegemur merasa pesimis, sisa warga Fakfak di Sorong dapat dipulangkan.

“Sisanya masih banyak, tapi dengan kondisi 1 positif ini, tidak mungkin bisa akses masuk lagi,” kata Semuel Hegemur ketika dihubungi Minggu pagi tadi.

Amin Jabir Sueri, yang selama ini dikenal vokal terhadap kebijakan pemerintah untuk memulangkan warga Fakfak yang terjebak di Sorong, mengaku akan menolak, bila ada pemulangan warga lagi.

“Kami sepakat menolak. Apapun yang terjadi pasti akan demo penolakan yang lebih besar dari demo sebelunya,” tegas Amin.

Perlu diketahui, rapid test hanyalah metode screening virus corona saja. Bila seseorang dinyatakan positif terinfeksi virus corona melalui rapid test, maka masih perlu dilakukan tes PCR atau Polymerase Chain Reaction,  untuk mengkonfirmasikan hasil rapid test tersebut. Hal inilah yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga tidak menimbulkan tafsir yang kurang tepat. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Ziarah Kubur Kapolda Papua, Sepi Dari Pejabat Pemda Fakfak

  Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Sedikit berbeda dengan di Kabupaten Kaimana, kehadiran Kapolda ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *