Home / Headline / VIP Room Belum Dibongkar, Renovasi Terminal Bandara Torea Kuatir Terhambat

VIP Room Belum Dibongkar, Renovasi Terminal Bandara Torea Kuatir Terhambat

Terminal penumpang yang sedang dibongkar (kiri) dan VIP Room yang belum dibongkar
Terminal penumpang yang sedang dibongkar (kiri) dan VIP Room yang belum dibongkar

Fakfak_ Bandar Udara Torea Fakfak sedang berbenah diri. Beberapa hari ini, terminal penumpang bandara kelas III tersebut, telah dibongkar. Namun, VIP Room milik Pemda Fakfak yang selama ini dipakai Muspida, pejabat serta tamu Pemda untuk keluar masuk bandara, belum bisa dibongkar, lantaran kendala administratif.

“Kami sudah mengirim surat ke Bupati sebanyak tiga kali, namun belum mendapat tanggapan. Sehingga, VIP Room belum dibongkar. Tetapi, karena bandara merupakan ruang khusus, kami harapkan VIP Room segera dibongkar, agar tidak menjadi kendala bagi pekerjaan lainnya,” ujar Kepala Bandara Torea, Khalek Ginuni. “Renovasi bandara secepatnya harus diselesaikan, mengingat penumpang dari waktu ke waktu semakin banyak”, sambung Khalek di ruang kerjanya, Rabu (3/5) lalu.

Alumni SMA Negeri  1 Fakfak ini melanjutkan, renovasi Bandara Torea harus segera dioptimalkan dari segala bidang, mengingat posisinya sangat strategis dan merupakan salah satu pintu masuknya wisatawan ke negeri penghasil pala ini.

Meski VIP room milik Pemda, sehingga pembongkaran harus mengikuti prosedur, namun perlu diingat bahwa, bangunan yang didirikan sejak jaman Bupati Suparlan tersebut, berdiri diatas tanah bandara yang memiliki peraturan khusus.

Ia mengatakan, saat ini telah ada maskapai XpressAir, secara otomatis jadwal penerbangan semakin bertambah, oleh sebab itu peningkatan fasilitas sangat dibutuhkan.

“Tidak hanya XpressAir, akhir  Mei nanti, maskapai Nam Air juga akan segera membuka rute dari Fakfak ke daerah-daerah tujuan, “ tuturnya.

Jika terminal penumpang, maka pintu masuk bandara hanya melalui satu pintu. Pengetatan aturan ini, adalah demi kenyamanan, keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Seperti di bandara besar, pintu masuk penumpang hanya satu. Seluruh penumpang hanya boleh masuk melalui satu pintu itu, termasuk VIP. Bedanya, yang termasuk VIP akan menempati VIP room,” jelas Khalek.

Selanjutnya, Kepala TU Bandara Torea Fakfak, Sania Sirfefa mengatakan, “Yang bisa masuk bandara melalui ruang VIP sudah diatur oleh peraturan. Kalau di Fakfak, seperti Muspida. Anggota DPRD bukan termasuk VIP, sehingga berangkat harus melalui terminal penumpang umumnya.”

Pengetatan juga diberlakukan dengan pemakaian ID card atau pass bandara. Para pekerja yang berkepentingan dengan Bandara, petugas protokoler bahkan wartawan, akan diwajibkan memakai pass bandara. ***

 

Reporter : Bachmid Adil

Editor : Wahyu

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Setelah Tutup 19 Hari, Bandara Torea Kembali Normal

Fakfak_ Kedatangan pesawat wings air pagi tadi (29/1), menjadi pertanda Bandara Torea Fakfak, Papua Barat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *