
Fakfak_ Masalah tarif tol laut, dan tarif “ikutannya” yang ramai muncul di media sosial beberapa hari ini, belum mendapat jawaban. Agaknya, salah satu program unggulan Jokowi ini, jauh dari harapan, atau kasarnya, mustahil berhasil.
Tarif tol laut Surabaya ke Fakfak, ternyata sudah bengkak sejak di Surabaya. Meski Peraturan Menteri Perhubungan nomor 10 Tahun 2016 jelas menyebutkan besaran tarif tol laut, nyatanya, banyak biaya tambahan yang menyebabkan program ini sulit mengenai sasaran. Padahal, program ini dimaksudkan untuk menekan harga barang-barang di wilayah Papua dan daerah lain, yang saat ini masih mahal.
Kristanda Thie, menyebut bahwa tarif tol laut Surabaya ke Fakfak untuk kontainer ukuran 20 feet sebesar 7,5 juta, belum termasuk biaya lain-lain yang ditagih di Fakfak.
“Saya bayar 7,5 juta dari Surabaya. Sedangkan disini masih ada tarikan lagi. Selain itu, kapasitas kontainer dari tol laut, tidak penuh. Sedangkan jika menggunakan jasa SPIL, selalu penuh. Karena banyaknya biaya yang muncul, maka harga barang-barang di Fakfak masih tetap tinggi,” jelas Kristanda.
Hal yang sama disampaikan oleh pemilik Toko Ria, di Jl. Izak Tellusa. Disebutkan bahwa, agar barang bisa segera dibongkar, maka pihaknya harus melunasi tagihan sebesar 1.176.622 lebih dulu, yang ditagih oleh PT. Sarana Bandar Nasional, yang masih terkait dengan PT. Pelni.
“Kalau tidak bayar, barang tidak akan bisa keluar. Malah, kontainer kami posisinya tertutup kontainer kosong,” ujarnya.
Selain membayar ke PT. SBN, pengusaha juga dikenakan biaya jasa kebersihan/penerangan, yang dibayarkan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Fakfak, yang besarnya 168.700.
Sementara itu, Kepala Cabang pelni Fakfak, belum berhasil dikonfirmasi. Dua kali panggilan ke telepon selulernya belum dijawab. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak