Breaking News
Home / Fakfak News / Ekonomi / Ternyata, Tol Laut Hanya 4,8 – 7,3 Juta Untuk 1 Kontainer 20 feet

Ternyata, Tol Laut Hanya 4,8 – 7,3 Juta Untuk 1 Kontainer 20 feet

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Fakfak, Safi Yarkuran, S.Sos.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Fakfak, Safi Yarkuran, S.Sos.

Fakfak_ Tingginya harga kebutuhan pokok di Fakfak, baik saat Bulan Ramadhan maupun diluar Bulan Ramadhan, layak mendapat tanda tanya besar. Pasalnya, program Presiden Jokowi menghadirkan tol laut ke Papua, khususnya Fakfak, nampaknya belum berdampak dengan signifikan.

Hal inilah yang sempat di-RDP-kan atau Rapat Dengar Pendapat, antara Komisi II DPRD Kabupaten Fakfak dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Fakfak beberapa waktu lalu.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Fakfak, Safi Yarkuran, S.Sos. heran atas jawaban Disperindag yang menyebutkan bahwa, biaya tol laut mencapai 12.000.000 rupiah. Menurutnya, harga itu terlalu tinggi dan menjadi beban pengusaha, yang berujung pada tingginya harga jual barang.

“Dalam catatan saya, mereka memberikan penjelasan bahwa harga tol laut, per kontainer mencapai 12 juta,” ujar Safi.

Politisi PKB tersebut mengulas, mestinya harga barang di Fakfak bisa turun dengan adanya tol laut. Tetapi nyatanya, harga barang tetap tinggi.

“Harga jual barang oleh penguasaha yang menggunakan jasa tol laut dengan kapal swasta murni, hampir sama. Mestinya tidak boleh sama. Ada 12 pengusaha pengguna tol laut, kami akan pantau harga jual mereka,” lanjut Safi.

Sementara itu, sumber terpercaya di Pelni Fakfak mencontohkan bahwa, berdasar harga resmi, maka biaya 1 kontainer 20 feet dari Surabaya ke Fakfak dan sebaliknya, untuk kontainer kering atau dry, yang memuat barang-barang kering, hanya Rp. 4.872.000 . Sedangkan untuk kontainer basah atau river yang memuat semacam ayam, ikan dll, seharga Rp. 7.308.000.

“Harga tersebut adalah harga port to port atau dari pelabuhan di Surabaya ke pelabuhan di Fakfak atau sebaliknya, dan sudah termasuk biaya bongkar muatnya. Istilahnya sudah all in,” ujar sumber.

Lalu, jika harga kontainer besar tersebut seperti itu, lalu darimana angka 12 juta yang disebut oleh Disperindag?

Disambung Safi, penjelasan dari Disperindag, pengusaha menyamakan harga jual barang, sama dengan barang yang diangkut oleh kapal milik  SPIL, dengan alasan, jika menggunakan tol laut, kontainernya tidak terisi penuh, sedang SPIL terisi penuh. Akibatnya, berimbas pada cost atau biaya setiap barang yang dijual.

Kini, menjadi PR bagi wakil rakyat untuk menelusuri, mengapa timbul selisih biaya yang mencapai jutaan rupiah tersebut. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Melayani Lebih Dekat, BRI Fakfak Buka Teras BRI di Kokas

  Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat dan mudah, BRI ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *