Home / Headline / Soal Debat Publik, Pendapat Masyarakat Tertunda 3 Hari Lagi

Soal Debat Publik, Pendapat Masyarakat Tertunda 3 Hari Lagi

Suasana debat publik kandidat Bupati/Wabup Fakfak di GOR Krapangit Gewab
Suasana debat publik kandidat Bupati/Wabup Fakfak di GOR Krapangit Gewab

Fakfak_ Rabu (2/12) sore, KPU Provinsi Papua Barat yang kini pegang kendali Pilkada Fakfak, menggelar debat publik atas dua pasangan calon Bupati/Wakil Bupati, yakni paslon nomor urut 1, Drs. Muhammad Uswanas, MSi. – Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si. dan paslon nomor urut 3, Ivan Ismail Madu, S.Sos – Drs. Fransiscus Hombore, M.Si, yang berlangsung di GOR Krapangit Gewab.

Sayangnya, debat publik yang melewati waktu maghrib ini, belum bisa mendapat penilaian secara “utuh” dari masyarakat. Pasalnya, debat publik yang direncanakan ditayangkan secara langsung atau live oleh salah satu TV swasta di Papua ini, ternyata harus disiarkan secara tunda. Rencananya, publik baru bisa menyaksikan secara tunda pada Sabtu (5/12) pukul 16.30 di Jaya TV.

Kajari Fakfak, Rilke Jeffry Huwae, SH. yang hadir di GOR, memberikan catatan bahwa acara tersebut masih belum optimal.

“Soal skor, saya no coment. Kalau soal penguasaan materi, tentu incumbent lebih beruntung. Misi visinya sangat berani, karena saya nilai melampaui realitas saat ini. Jadi dibutuhkan kerja dan doa ekstra keras untuk mewujudkannya,” kata Kajari.

“Saya mau lihat langsung, tapi ternyata yang masuk gedung dibatasi. Sedangkan TV tidak siaran langsung. Jadi, saya belum ada komentar, siapa yang dominan dan berapa skornya. Penilaian masyarakat, akan lebih baik setelah menyaksikan siara tunda di TV,” ujar Abdul Muin, warga Wagom yang mengaku tidak memihak siapapun ini.

Belum diperoleh informasi resmi, mengapa debat publik tidak jadi disiarkan langsung. Informasi yang beredar, salah satu provider seluler mematok harga 200 juta untuk durasi 60 menit. Jika informasi ini benar, maka KPU harus merogoh anggaran hingga 400 juta untuk durasi 2 jam. Biaya ini, tentu belum termasuk harga kontrak dengan stasiun TVnya.

Kepala Kantor Telkom Cabang Fakfak, Aksan Yusuf, mengaku tidak dihubungi soal penyediaan jaringan internet untuk siaran live. Padahal, Pilkada 2010 lalu, Telkom berperan penting.

“Tidak dihubungi. Mungkin kerjasama dengan TVRI atau Telkomsel,” ujar Aksan.

Dalam kawalan puluhan aparat keamanan, baik yang berseragam maupun yang berpakaian sipil, debat publik berjalan baik.

Namun, pertanyaan panelis yang berasal dari Uncen dan Unipa ini, nampaknya sudah di tangan moderator. Sehingga, tidak terjadi saling sanggah antara paslon dan panelis, yang biasanya mampu membuka sekat debat menjadi lebih hidup. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Masuk Dalam Daerah Yang Diwaspadai, TNI Polri Perkuat Soliditas

Fakfak_ Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Tahun 2017 yang tinggal dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *