
Fakfak_ Bayangkan, kebutuhan solar subsidi di Kabupaten Fakfak, melebihi kuota yang telah disupplay pertamina, hingga 7%. Wira Penjualan Pertamina Sorong, Indra Pratama, mengatakan hal tersebut, saat menghadiri launching atau peluncuran solar non subsidi di SPBU Fakfak, Jumat (4/9) lalu.
Menurut Indra, solar subsidi seharusnya hanya dikonsumsi oleh masyarakat. Sedangkan perusahaan atau industri dilarang menggunakan solar rakyat tersebut.
“Untuk itulah, pertamina meluncurkan solar non subsidi, yang dibedakan warnanya dari solar subsidi, untuk memudahkan mengenali solar subsidi dengan solar non subsidi. Solar non subsidi ini boleh digunakan oleh siapapun, bebas. Pembeliannya juga tanpa batasan. Mau beli botolan, jerigen sampai truk tangki, silakan. Untuk itu, aparat keamanan harus paham masalah ini,” jelas Indra. “Solar non subsidi ini merupakan solusi atas masalah solar selama ini. Jika solar subsidi dijual dengan harga 6.400/liter, maka solar non subsidi ini dijual 11.350/liter,” lanjutnya.
Nasrun Elake, mewakili bupati juga berharap, agar dengan adanya solar non subsidi ini, akan menjadi solusi masalah solar yang selama ini sering disalahgunakan.
“Kenapa sampai membengkak hingga 7% penggunaan solar subsidi, itu harus menjadi perhatian. Padahal kebutuhan BBM itu, sudah dihitung. Jangan sampai solar jatah Fakfak dijual ke Bintuni,” ujar Nasrun.
Penjualan solar non subsidi, sudah bisa dilayani di SPBU Fakfak sejak dilaunching. Launching solar non subsidi ini, dihadiri oleh pengusaha migas, pimpinan perbankan serta aparat keamanan. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak