Home / Fakfak News / Ekonomi / Wagub Buka Workshop Internasional Rempah Rempah

Wagub Buka Workshop Internasional Rempah Rempah

Suasana pembukaan  Workshop Internasional Rempah-rempah
Suasana pembukaan Workshop Internasional Rempah-rempah

Fakfak_ Pemerintah Kabupaten Fakfak, sejak Kamis (30/7) hingga hari ini, menghelat Workshop Internasional Rempah-rempah, atau jika dikerenkan menjadi International Workshop On Spices.

Bertempat di ruang siang paripurna DPRD Kabupaten Fakfak, kegiatan akbar yang dihadiri puluhan duta dari berbagai lembaga nasional dan luar negeri ini, membahas rempah-rempah, khususnya pala negeri atau myristica argentea warb.

Tak berlebihan jika Fakfak mengangkat masalah pala, sebab Kabupaten Fakfak memang menjadi salah satu daerah penghasil pala, dan disebut Fakfak Kota Pala.

Irene Manibuy, Wakil Gubernur Papua Barat yang membuka workshop ini, dalam sambutannya mengatakan bahwa, pemerintah provinsi sejalan dengan visi Pemkab Fakfak, yakni mendorong kawasan strategis dan cepat tumbuh, dengan mengexplore keunggulan sumber daya yang dimiliki, dengan memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan dan daya dukung lingkungan.

“Keberadaan kawasan strategis dengan pala sebagai komoditi unggulan, maupun sektor basis, diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian wilayah,” ujar Wagub.

Sementara itu, Bupati Fakfak, Drs. Muhammad Uswanas, M.Si. yang sejak awal intens mengikuti perkembangan pala dunia, bahkan hingga studi banding ke Negara Granada, menginginkan agar potensi dan produksi pala Fakfak, dapat ditingkatkan. Sebab jika dibandingkan, luasan lahan pala di Fakfak, jauh lebih besar dari pada Granada atau tempat lain di Indonesia. Tetapi, produksi pala di Fakfak belum menyentuh harapan.

“Dengan luas lahan 16.733 Ha, mestinya Fakfak bisa menghasilkan pala jauh lebih banyak dari daerah lain,” harap Bupati.

Dengan produksi total diperkirakan mencapai 1.500 hingga 2.000 ton per tahun, jika dibandingkan dengan produksi nasional, maka angka ini masih jauh dari optimal. Jika pala nasional mencapai 224 Kg/Ha, maka pala Fakfak baru mencapai 89-119 Kg/Ha. Hal ini disebabkan, salah satunya karena pala Fakfak tumbuh tidak teratur atau sangat rapat yang berupa hutan pala, sehingga pohon tidak dapat berbuah secara optimal.

Dalam workshop inilah nantinya, dicari solusi untuk meningkatkan produksi pala, khususnya pala Fakfak. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Melayani Lebih Dekat, BRI Fakfak Buka Teras BRI di Kokas

  Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat dan mudah, BRI ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *