
Fakfak_ Bang Haji Rhoma Irama pasti berkomentar, “Terlalu!”. Betapa tidak. Pustu atau Puskesmas Pembantu di Kampung Lusiferi Distrik Fakfak, tiba-tiba namanya melambung tinggi, terkenal di dunia maya dan dunia nyata. Pasalnya, Sabtu (13/6) lalu, sejumlah polisi berhasil menyita miras jenis sopi.
Dari operasi ini, polisi berhasil mengamankan 2 gen ukuran 5 liter yang disembunyikan di atas plafon WC, 4 botol dari kamar obat.
Kepala Kapung Lusiperi, Janwarius Rohrohmana Ohoiulun, tak bisa menyembuyikan kekecewaannya.
“Soal Pustu, memang terbukti ada miras di Pustu itu. Untuk itu, saya berharapp, agar kepolisian memfollow up masalah ini,” ujar Janwarius
Tanpa tedeng aling-aling, Janwarius yang baru beberapa waktu lalu dilantik sebagai Kepala Kampung Lusiperi, memberikan dukungan atas pemberantasan miras dan judi. Hal ini sebagai upaya agar generasi muda Kampung Lusiperi terbebas dari miras. Sebab, dalam beberapa kasus, terbukti masalah tersebut berawal dari miras.
Kepala Baperkam Kampung Lusiperi, Fredy Warpopor, juga mendukung upaya memberantas miras. Bahkan Fredy memberikan metoda memberantas miras yang sederhana, namun dirasa ampuh.
“Setiap ada yang mabuk, tangkap dan tanya darimana dia mendapatkan mirasnya. Dengan begitu, pemberantasan miras bisa dari akar-akarnya. Kami akan berkoordinasi dengan polisi untuk membicarakan hal ini,” ujar Fredy.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Firtz Wamaer, belum bersedia memberikan jawaban atas informasi penggerebekan miras di Pustu, yang diduga kuat melibatkan pegawainya, serta suami suster tersebut, yang berprofesi sebagai tukang ojek. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak