Home / Headline / Dewan Adat Tuntut PT Arfak Indra Angkat Kaki Dari Fakfak

Dewan Adat Tuntut PT Arfak Indra Angkat Kaki Dari Fakfak

Sirzet Gwas Gwas serahkan pernyataan sikap kepada anggota dewan
Sirzet Gwas Gwas serahkan pernyataan sikap kepada anggota dewan

Fakfak_ Ketua Dewan Adat Mbaham Matta (Deamafa) Kabupaten Fakfak, Sirzet Gwas Gwas, meminta PT Arfak Indra ditutup dan angkat kaki dari wilayah adat Mbaham Matta, mulai dari Tanah Rata (Tomage) hingga Tajung Besi (Karas Pulau Tiga).

 

Permintaan yang mewakili masyarakat adat ini, disampaikan Sirzet pada pertemuan antara Deamafa, 3 anggota DPRD yakni Safi Yarkuran, Wilhelmina Woy dan Sony Hegemur dan jajaran Muspida yang dilangsungkan di ruang rapat komisi gedung DPRD Kabupaten Fakfak. Pertemuan ini, disaksikan puluhan masyarakat, yang terdampak oleh operasional PT Arfak Indra, serta Natalis Fatubun, aktivis dari ELSHAM (Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia) Papua, Pos Kontak Fakfak.

 

Menurut Sirzet, kompensasi yang diberikan oleh perusahaan, sangat tidak sebanding dengan kerusakan hutan yang diakibatkan oleh penjarahan hutan itu.

 

“Kami meminta agar PT Arfak Indra ditutup dan angkat kaki dari tanah adat Mbaham Matta. PT Arfak juga harus bertanggungjawab atas kerusakan hutan dan kami akan menuntut secara hokum atas kerugian tersebut,” tegas Sirzet.

 

Dalam press releasenya, Deamafa menyebutkan beberapa ‘dosa’ PT Arfak Indra, antara lain, melakukan upaya licik dan curang untuk mengajak dan menjebak tokoh-tokoh marga, agar menyetujui masuknya perusahaan. Perilaku ini akan berdampak pada konflik internal dan antar marga. Selain itu, dusun pala warga rusak akibat pembabatan hutan pada areal tebangan baru.

 

Sirzet juga menyebutkan adanya pencegatan dan pelarangan yang dilakukan oleh aparat Brimob kepada masyarakat yang akan mengambil kayu limbah dari aktivitas perusahaan di masa lampau.

 

Sebelumnya, puluhan massa tersebut berkumpul di Kantor Deamafa di Jl. Dr. Salasa Namudat. Massa bergerak dari Kantor Deamafa ke DPRD dengan berjalan kaki sejauh 3 Km. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

6 Pejabat Diakui Sebagai Masyarakat Adat Mbaham Matta

Fakfak_ Enam pejabat Fakfak, yakni Penjabat Bupati, Dandim 1706, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan ...

One comment

  1. buka matta…knpa kita bru sadar klau ad dampak (-)..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *