
Fakfak_ Lebih dari 200 santri di Kabupaten Raja Ampat ingin mengikuti Jambore Dakwah Internasional yang akan dihelat oleh AFKN di Pulau Ugar, Distrik Kokas, Fakfak. Dinilai terlalu banyak, AFKN Cabang Raja Ampat terpaksa melakukan seleksi terhadap calon peserta jambore yang akan dimulai pada 20 Desember 2014 hingga 1 Januari 2015 itu.
“Kami harus melakukan seleksi agar jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk itu, calon peserta kami seleksi mengaji dan renang. Bahkan untuk seleksi mengaji, dilakukan oleh Ustadz dari Jakarta. Sebab, kalau hanya seleksi berenang, mereka sudah anak laut. Pasti lolos,” ujar Ketua AFKN Cabang Raja Ampat, Alfaris Labagu, SSos. MH.
Alfaris melanjutkan bahwa, AFKN Raja Ampat mengirimkan 150 santri dan 50 ibu-ibu Majelis Taklim, yang sekalian melakukan silaturohim dengan Majelis Taklim di Fakfak.
“InsyaAllah rombongan tiba di Fakfak pada 21 Desember ini dengan KM Dorolonda,” lanjut Alfaris, yang dihajikan oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia tahun lalu ini.
Alfaris juga menyampaikan bahwa, dalam pelepasan khalifah jambore malam nanti (11/12) yang akan dilepas secara resmi oleh Bupati Raja Ampat, Drs. Marcus Wanma, MSi., AFKN Raja Ampat juga melepas 2 orang yang terpilih mengikuti umroh. Mereka adalah Halid Umsifyat yang merupakan tokoh masyarakat, dan Fataha Bahale, seorang Imam Masjid Dabatan di Misool Selatan.
Terkait kehadirannya di Fakfak, Alfaris menjelaskan bahwa, selain untuk melihat kesiapan panitia jambore, Kepala Bidang Pembiayaan pada Dinas Perumahan Propinsi Papua Barat ini juga ditugaskan untuk menyiapkan Fakfak menerima pembangunan 100 rumah oleh Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum RI. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak