
Reporter: Amryn
INFOFAKFAK.com — Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Melalui program Riset Skema Berdikari, tim peneliti yang dipimpin Syukron Anas tengah mengembangkan mesin es balok hemat energi dan ramah lingkungan untuk membantu nelayan mengatasi persoalan klasik: kelangkaan es.
Selama ini, nelayan Fakfak kerap mengalami kerugian akibat ikan cepat membusuk karena tidak tersedianya es balok tepat waktu. Banyak dari mereka harus menempuh perjalanan jauh ke kota hanya untuk memperoleh es, sehingga biaya operasional meningkat dan mutu tangkapan menurun.
Melihat kondisi tersebut, tim riset yang beranggotakan Nurul Husnah, Aqilah A. Camimi, Muhammad Nur, Festo Andre Hardinsi, dan Susan C. Min Muhamad Yasim merancang terobosan berupa mesin es balok berkapasitas ±200 kg per hari, yang dapat ditempatkan langsung di kampung-kampung nelayan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Dalam penjelasannya, anggota tim, Muhammad Nur, menyebutkan bahwa mesin ini menjadi solusi bagi nelayan skala kecil hingga menengah yang selama ini sangat bergantung pada pasokan dari luar.
“Mesin ini mampu memproduksi es balok ±200 kg per hari. Dengan begitu nelayan bisa mendapatkan es setiap hari tanpa harus menunggu pasokan dari kota,” ujarnya.
Sementara ketua tim, Syukron Anas, menekankan bahwa teknologi tersebut dirancang menggunakan refrigeran rendah emisi, sehingga lebih ramah lingkungan dan memiliki konsumsi daya hingga 20 persen lebih hemat dibanding mesin komersial.
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat lokal,” tutur Syukron.
Selain efisien, sistem kontrol mesin dibuat sesederhana mungkin agar pengguna awam dapat mengoperasikannya tanpa pelatihan teknis yang rumit.
Nelayan Fakfak selama ini harus mengantre atau bolak-balik ke penyedia es untuk mendapatkan stok sebelum melaut. Dengan adanya mesin es di kampung, waktu dan tenaga dapat dihemat, sementara kualitas ikan dapat dipertahankan lebih lama.
Nurul Husnah menegaskan bahwa riset ini mempertimbangkan aspek keberlanjutan ekologis.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini tidak menambah beban lingkungan. Karena itu seluruh desain mengacu pada konsep teknologi hijau yang aman dan efisien,” jelasnya.
Program riset ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat sektor perikanan di Kabupaten Fakfak, sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan melalui pengurangan tingkat kerusakan hasil tangkapan.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
